Connect with us

Daerah

Bocah di Nunukan Hilang saat Berburu di hutan, Kakeknya Ditemukan Tewas

Published

on

Pencarian bocah hilang di hutan Nunukan 2018. (merdeka.com)

Geosiar.com, Nunukan – Bocah laki-laki usia 9 tahun bernama Bayu dilaporkan hilang di dalam hutan di Desa Labuk, Sembakung, Nunukan, Kalimantan Utara, saat pergi memasang jerat untuk berburu. Tim Basarnas blusukan masuk ke hutan, mencari korban bersama warga dan kepolisian.

Diketahui Bayu sebelumnya pergi bersama kakeknya, Putilik (60), memasuki hutan sekira pukul 08.00 WITA, Senin (16/7/2018) pagi. Hingga sore hari, keduanya tak kunjung pulang. Keluarga khawatir, bergegas mencari ke dalam hutan.

Dai tengah pencarian, Putilik ditemukan tewas, pada Selasa (17/7/2018), sekira pukul 00.00 WITA dini hari. Namun, Bayu tidak terlihat. Dua jam kemudian, jasadnya dievakuasi ke rumah duka.

Hilangnya Bayu beredar di media sosial, dan kemudian terdengar hingga ke kepolisian dan Basarnas di Nunukan. Pencarian pun dilakukan. Hari ini, memasuki hari ketiga pencarian korban.

Tim bergerak hingga menelusuri hutan belantara, dengan berjalan kaki 5-10 kilometer. Areal pencarian cukup jauh luas. Untuk memudahkan pencarian, SAR dibagi menjadi dua tim, dimulai dari titik awal penemuan jasad kakek Putilik.

“Untuk pencarian korban, tim terbagi menjadi 2 tim. Ada tim darat, dan tim sungai,” kata Kasi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kaltim-Kaltara Octavianto, Jumat (20/7/2018) petang.

Sekitar pukul 15.00 WITA sore ini tadi, tim darat menemukan jejak kaki manusia.

“Diperkirakan, jejak kaki itu adalah kaki korban. Tim terus menelusuri jejak kaki itu,” ujar Octavianto.

Di sela penelusuran jejak kaki itu, tim juga mencium aroma tak sedap. Namun sayang, penelusuran jejak kaki dan aroma tak sedap itu, belum berbuah hasil.

“Aroma tak sedap itu menghilang karena mungkin terbawa angin,” ungkap Octavianto.

Sampai hari ketiga ini, pencarian belum berbuah hasil, dan dilanjutkan Sabtu (21/7/2018) pagi. (yl)