Connect with us

Daerah

Pihak UGM Bantah Terduga Teroris Pelatih Judo

Published

on

Polisi mengamankan seseorang saat penangkapan terduga teroris di Jl. Kaliurang, Ngaglik, Sleman, DI Yogyakarta (Foto: Antara)

Geosiar.com, Sleman – Beredar isu di media sosial bahwa terduga teroris yang diamankan di Seturan, Sleman merupakan pelatih judo Universitas Gadjah Mada (UGM). Kepala Humas dan Protokol UGM Iva Aryani membantahnya melalui keterangan tertulis, Kamis (19/7/2018) petang.

Iva mengatakan bahwa Ismail (50) yang ditangkap Densus 88, bukan pelatih judo UGM dan sama-sekali tidak ada hubungannya dengan Kampus Biru tersebut.

“Berkaitan dengan berita penangkapan terduga teroris di Sleman yang dikaitkan dengan pelatih judo UGM, maka dengan ini saya informasikan bahwa yang bersangkutan bukanlah pelatih judo UGM dan tidak ada hubungannya dengan UGM,” ucap Iva.

Dia menyampaikan media massa mengutip keterangan dari seorang saksi warga yang mengaku mengenal terduga pelaku teror yang merupakan pengusaha warung makan tersebut.

“Semoga bisa menjadi klarifikasi, berita sebelumnya,” ujar Iva.

Demikian juga Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto menerangkan, di lingkup Kepolisian Polda DIY, tidak ada pelatihan judo. Bahkan Yuliyanto menegaskan, polisi biasa berlatih bela-diri di lapangan dan rerumputan. “Kalau judo kan harus punya dojo. Kita gak ada. Polisi bisa latihan bela-diri di mana saja,” ucapnya.

Sebelumnya, Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap Ismail di sebuah rumah makan ayam bakar, Jalan Perumnas, Dusun Ngropoh, Condongcatur, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (18/7/2018) petang, warga setempat mengaku kenal dengan terduga dan mengatakan bahwa yang bersangkutan selain sebagai pengusaha kuliner juga pelatih ilmu bela diri judo di UGM.

Selain menangkap Ismail di rumah makan yang sekaligus sebagai kediamannya, Densus 88 juga menggeledah warung makan di Jalan Selokan Mataram RT12 RW 50, Dusun Pogung Dalangan, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman tersebut.

Dalam penggeledahan di warung berlantai dua itu, Densus 88 membawa sejumlah barang, seperti kamera digital, sejumlah keping CD, serta sejumlah buku.

Selian itu, Densus 88 juga terus mengembangkan penyelidikan dengan menggeledah indekos milik keluarga terduga teroris di Dusun Seturan, Desa Caturtunggal, Depok Sleman.

Penggeledahan tersebut terkait dengan terduga teroris atas nama Ghaniy Ridianto yang ditangkap oleh Densus 88 pada Sabtu (14/7/2018) di Jalan Kaliurang, Km 9. Rumah indekos tersebut milik mertua Ghaniy yang tinggal di Jakarta. Polisi mengamankan beberapa barang, yaitu dompet, cd, dan handphone. (yl)