Connect with us

Politik

Demokrat Akhirnya Tutup Pintu untuk Poros Baru

Published

on

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan.

Geosiar.com, Jakarta – Hinca Panjaitan selaku Sekretaris Jenderal Partai Demokrat mengatakan keputusan final arah koalisi partainya akan ditentukan usai pertemuan antara Susilo Bambang Yudhoyono dengan Prabowo Subianto.

Tapi yang pasti Partai Demokrat telah menutup peluang soal poros baru di luar Joko Widodo atau Prabowo.

“Posisi Demokrat tetap seperti tanggal 10 Maret 2018, waktu kami rapimnas. Pilihannya itu bisa ke pak Jokowi bisa ke pak Prabowo, bisa bukan pak Jokowi bukan Prabowo.

Tetapi, hari-hari ini kelihatannya tinggal pak Jokowi dan pak Prabowo,” kata Hinca di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (19/7/2018).

Setelah pertemuan antara SBY dan Prabowo nantinya, ia mengatakan Majelis Tinggi Partai Demokrat akan melakukan sidang terkait arah koalisi. Dia berharap, persoalan ini bisa diselesaikan sebelum 10 Agustus 2018.

Ia melanjutkan bahwa Partai Demokrat memang tidak menyiapkan figur calon presiden, namun hanya calon wakil presidennya. Hinca menegaskan, Partai Demokrat bisa ke Jokowi ataupun Prabowo.

“Oleh sebab itu, bisa saja antara pak Jokowi, bisa saja antara pak Prabowo. Kecuali, nanti ada partai lain bersepakat untuk membentuk bukan pak Jokowi, bukan Pak Prabowo,” kata dia.

Ia memastikan, komunikasi politik dengan koalisi Jokowi maupun Prabowo hingga kini terus berjalan.

“Demokrat kan memang enggak bisa ngajukan sendiri, tetapi jumlahnya juga enggak sedikit, setengah lebih 10,9 persen. Kemudian, ketua umum kami, pak SBY itu presiden 10 tahun. Kemudian, kami juga berhasil mengangkat citra dan elektabilitas mas AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) sebagai cawapres yang diunggulkan semua lembaga survei,” jelas Hinca. (yl)