Connect with us

Daerah

14 Napi Ditetapkan sebagai Tersangka Pengeroyokan ASN yang Tewas di Sel Tahanan Subang

Published

on

Belasan Napi Jadi Tersangka Penganiayaan ASN di Sel Tahanan Polres Subang. (okezone)

Geosiar.com, Bandung – Belasan narapidana (Napi) di Set Tahanan Polres Subang, Jawa Barat, kembali berususan dengan hukum. Karena mereka diduga terlibat dalam kasus tewasnya Ade Diding, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tengah menjalani hukuman dalam kasus makelar proyek.

Pasca meninggalnya Ade Diding, Kasat Reskrim Polres Subang, AKP M Ilyas Rustiandi menuturkan jajarannya langsung melalukan penyelidikan. Apalagi, meninggalnya ASN ini dinilai tak wajar.

“Kami telah melakukan pemeriksaan dan olah TKP. Hasilnya, ada 13 orang napi yang terlibat pengeroyokan hingga korban meninggal dunia dan satu lainnya pelaku pemerasan. Ke 14 napi ini sudah di tetapkan sebagai tersangka,” ujar Ilyas kepada wartawan, Selasa (17/7/2018).

Hasil olah TKP dan keterangan sejumlah saksi, kata dia, ASN yang merupakan terdakwa dalam kasus penipuan dan penggelapan ini diduga mendapat perlakukan pemerasan oleh para napi ini. Hal itu terjadi, tak lama setelah Ade masuk ke rumah tahanan itu.

Diketahui sebelumnya, Ade diminta sejumlah uang oleh para napi ini. Namun, Ade tidak biaa memenuhi permintaan mereka sepenuhnya. Diduga kesal, belasan oknum narapidana ini kemudian melakukan kekerasan terhadap Ade.

“Kejadinnya saat petugas sedang istirahat, satu dari 13 Napi yang dituakan berinisial A, meminta uang kepada korban, korban sudah memberikan uang namun jumlahnya tidak banyak, yang ujungnya melakukan pengeroyokan,” jelas dia.

Setelah terjadi pengeroyokan, korban Ade sempat di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciereng Subang untuk mendapatkan perawatan medis. Kondisi Ade saat itu sangat memprihatinkan. Pada 11 Juni lalu, Ade menghembuskan napas terakhir.

Di samping itu, selain menetapkan 14 orang tersangka yang terlibat pengeroyokan hingga korban meninggal dunia, polisi pun masih melakukan pemeriksaan dua orang petugas jaga. “Para tersangka ini terjerat Pasal 170 KUHP,” jelasnya. (yl)