Connect with us

Nasional

Kepala Staf Kepresidenan Harapkan Jembatan Komunikasi Pemerintah dan Masyarakat

Published

on

Bertemu Asosiasi Media Siber, Moeldoko Harapkan Jembatan Komunikasi Pemerintah dengan Publik

Geosiar.com, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bertemu langsung dengan para pimpinan media online yang tergabung dalam Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI – amsi.or.id) di Bina Graha, Kantor Staf Presiden (Rabu, 11 Juli 2018.)

Pertemuan ini dihadiri para pemimpin media siber antara lain Metta Dharmasaputra (Katadata.co.id), Wisnu Nugroho (kompas.com), Wahyu Dhyatmika (Tempo.co), Iin Yumiyanti (Detik.com) Citra Dyah Prastuti (KBR), Gaib. M. Sigit (MNC Trijaya), Ronny Kusuma (cumicumi.com). Hadir pula Rahayuningsih (bisnis.com), Ismoko Widjaya (dream.co.id), Sapto Anggoro (Tirto.id), Adi Prasetya (BeritaSatu.com), M. Teguh (Liputan6.com), Dwi Eko Lokononto (Beritajatim.com), Yusro Santoso (Beritagar.id), Suwarjono (suara.com), Erik Somba (Validnews.co), Hasbi Maulana (Kontan.co.id), Nathalia (Jakarta Globe) dan Nuruddin Lazuardi (kriminologi.id), Wens dari Kapan Lagi Netwok.

Dalam pertemuan tersebut, Moeldoko berharap, Meningkatnya media siber di Indonesia membawa dampak positif sebagai jembatan dan saluran komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat.

Ia juga memaparkan berbagai kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi. Diantaranya gencarnya pembangunan infrastruktur dalam tiga tahun pertama masa pemerintahan.

“Pembangunan infrastruktur ditujukan untuk membantu daerah pinggiran, agar tidak lagi mendapatkan barang dengan harga mahal,” papar Panglima TNI 2013-2015.

Ia menyampaikan, kini masyarkat di perbatasan pun menyadari makna ‘negara hadir’.

“Dengan dampak positif dari pembangunan infrastruktur, mereka merasa sebagai bagian dari Indonesia,” papar mantan Wakil Gubernur Lemhanas ini.

Mulai 2019, pemerintah akan melakukan pergeseran dari pembangunan infrastruktur menjadi pembangunan sumber daya manusia (SDM).

“Pembangunan SDM sangat penting untuk mewujudkan manusia unggul di percaturan global yang sangat kompetitif ini,” jelas Doktor Ilmu Administrasi dari Universitas Indonesia ini.

Dalam kesempatan ini juga, kepala staf kepresidenan pun memaparkan tugas-tugas Kantor Staf Presiden yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden No. 26/2015. KSP berfungsi untuk mengelola isu-isu strategis, memonitor kinerja kementerian dan lembaga, serta membangun komunikasi politik.

“KSP tidak mengelola politik praktis,” tegasnya.

Pada kesempatan ini, Kepala Staf Kepresidenan dan AMSI sepakat bersama-sama memerangi berita palsu atau hoaks.

“Hoaks berujung memecah belah masyarakat. Akibatnya kepercayaan publik pada pemerintah berkurang,” kata Moeldoko.

Ketua AMSI Wenseslaus Manggut mendukung upaya ini.

“Kami sudah membuat cekfakta.com sebagai sarana untuk mengklarifikasi berita palsu yang berkembang di masyarakat,” papar jurnalis senior ini.

Kantor Staf Presiden dan Aliansi Media Siber Indonesia juga sepakat untuk bersama-sama mensukseskan dan menggaungkan Asian Games 2018. Terutama berbagai pemberitaan positif terkait pesta olahraga antar negara Asia yang berlangsung 18 Agustus – 2 September 2018 itu. (Ut)