Connect with us

Daerah

Karena Terus Menangis, Agus Pukuli Bayinya Hingga Masuk RS

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Samarinda – Seorang sopir angkot, Choirul Agus (25), yang tinggal di kawasan Jalan Adam Malik, Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur, meringkuk di penjara. Pasalnya, dia kesal mendengar tangisan dan memukuli bayi laki-lakinya, MR, yang masih berusia 2 bulan hingga dirawat di rumah sakit.

Agus ditangkap pada Rabu (11/7/2018) sore kemarin, sekitar  pukul 16.00 WITA. Peristiwa pemukulan itu sendiri terjadi Selasa (3/7/2018) pagi di rumah kontrakan Agus.

“Kejadiannya jam 10 pagi, di dalam rumahnya sendiri,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang Ipda Suyatno, Kamis (12//20187).

Pada saat itu, Agus hendak ‘narik’ angkot. Korban tak lain anak kandungnya sendiri sedang rewel. Tidak tahan mendengar tangisan itu, Agus naik pitam. Emosinya semakin menjadi, dan gelap mata, hingga memukuli bayinya berulang kali.

“Memukulinya dengan tangan kosong ke bagian paha bayinya, muka dan kepala bagian belakang,” jelasnya.

Kontan, bayi tidak berdaya itu pun kesakitan akibat dianiaya bapaknya.

“Korban ini kemudian dibawa ke rumah sakit (RSUD AW Syachranie Samarinda), dan menjalani perawatan,” sebut Suyatno.

Belakangan, peristiwa itu, dilaporkan istri Agus ke polisi. Sang istri tidak terima, bayinya dianiaya suaminya sendiri. “Jadi, pelaku ini kita tangkap Rabu (11/7/2018) sore kemarin, jam 4 sore,” ungkap Suyatno.

“Kami sudah datangi TKP (rumah pelaku yang ditinggali bersama istri dan bayinya), meminta keterangan pelaku dan keterangan saksi. Selain itu juga, memintakan visum terhadap korban,” jelasnya.

Agus yang hanya lulusan SD itu pun kini meringkuk di penjara. Penyidik menetapkan dia sebagai tersangka penganiayaan terhadap anak, seperti diatur pasal 80 junto pasal 76 c UU RI No 35/2014 tentang Perubahan Atas UU No 23/2002 Tentang Perlindungan Anak. (yl)