Connect with us

Sumut

Peduli Budaya Leluhur, Hinca Pandjaitan XIII Apresiasi Polisi dan TNI

Published

on

Polres Samosir saat menanam pohon penghijauan di gunung Pusuk Buhit Samosir, Senin (9/7/2018).

Samosir, Geosiar.com – Anggota Komisi III DPR RI DR Hinca IP Pandjaitan XIII SH MH ACCS mengapresiasi kinerja Polisi dan TNI dengan dukungannya pada pelaksanaan festival wisata edukasi leluhur batak 2018 yang diselenggarakan komunitas Rumahela di Pangururan, Kab Samosir sejak Rabu- Selasa, (4-10/7/2018).

Secara khusus apresiasi kepada Polres Samosir dibawah kepemimpinan AKBP Agus Darojat yang terlibat penanaman pohon di Rumahela Pusuk Buhit, Senin (9/7/2018)

“Ini kerja Polisi yang hebat dan saya hargai. Saya percaya sinergi polisi dengan rakyat akan menjadi energi positip bagi pembangunan di Samosir. Melalui penghormatan budaya kearifan lokal menanam pohon di Pusuk Buhit akan dapat melestarikan Danau Toba dan adat budaya Batak tetap langgeng. Apalagi kerja polisi Pangururan ini langsung implementasi perintah Kapolri Jend Tito Karnavian dan Kapoldasu Paulus W, ” ujar Hinca Pandjaitan XIII kepada Geosiar.com Selasa (10/7/2018).

Menurut Hinca Pandjaitan XIII yang juga pembina komunitas Rumahela, kegiatan tanam pohon merupakan kegiatan sakral. Sebab, bagi komunitas Rumahela, bukan lah sekedar menanam pohon tapi harus merawatnya hingga tumbuh besar. Karena dalam siklus kehidupan alam yang harmoni dengan manusia disekitarnya dan Tuhan yang menciptakannya.

Komunitas Rumahela ini juga sudah melakukan ritual “Manjou Mulak Mata Mual” di Simullop. Seiring dengan itu, kelanjutan sumber mata air adalah siklus tanam pohon. Dengan menanam pohon akan menciptakan sumber kehidupan air dan sekakigus mengantisipasi kebakaran hutan.

Selain penghargaan kepada Polisi, Hinca Pandjaitan XIII juga menyampaikan apresiasi kepada Panglima TNI yang ikut mendukung festival wisata edukasi leluhur batak. Polri dan TNI dinilai telah bahu membahu bersama rakyat menjaga keutuhan negara melalui penguatan kearifan lokal seperti adat budaya batak

Sebelumnya, Senin (9/7/2018) pihak Polres Samosir tampak mendukung kegiatan Komunitas Rumahela melakukan kegiatan tanam pohon (penghijauan) di gunung Pusuk Buhit, Pangururan, Kab Samosir, Prov Sumatera Utara. Bahkan, terkait penjagaan kebakaran hutan pun, pihak Polres Samosir ikut siaga.

Menurut Kanit Res Polres Samosir Iptu Jhonson Sianipar yang hadir saat penanaman pohon kepada Geosiar.com mengatakan, pihaknya mendukung penghijauan yg dilakukan komunitas Rumahela di Pusuk Buhit. Sianipar juga mengaku prihatin melihat kondisi gunung Pusuk Buhit minim tumbuhan pohon akibat pembakaran.

Diyakini, melalui penanaman pohon akan dapat menhijaukan gunung Pusuk Buhit. Dengan sendirinya ketersediaan air dikawasan gunung akan mencukupi. Selain itu, penghijauan akan memberikan suasana asri di Pusuk Buhit.

Sama halnya pengakuan dari salah seorang personil Polisi yang ikut penghijauan mengaku atas perintah atasannya. “Baru baru ini kami (Polres Samosir-red) ikut melakukan pemadaman api di situ (seraya menunjuk semak belukar yang sudah terbakar dilereng Pusuk Buhit).

Sedangkan dari amatan wartawan, tiga personil perwira Polisi seperti Kanit Res Polres Samosir Iptu Jhonson Sianipar didampingi Kasubbag Dal Ops Ipda JW Saragih, Ka SPKT Ipda Inja Kaban bersama puluhan anggota terjun menanam pohon di Pusuk Buhit. Mereka juga menanam pohon perwakilan Kapolres Samosir AKBP Pol Agus Darojat.

Seperti diketahui penanaman pohon dilakukan disepanjang jalan menuju dan sekitar situs Rumahela lereng gunung Pusuk Buhit di ketinggian 1000 meter diatas permukaan Danau Toba.

Kegiatan penanaman pohon itu adalah bagian dari rangkaian pelaksanaan festival wisata edukasi leluhur batak 2018 yang diselenggarakan komunitas Rumahela sejak Rabu- Selasa, (4-10/7/2018). Komunitas itu merupakan
binaan anggota Komisi III DPR RI Hinca IP Pandjaitan XIII SH MH ACCS.

Sedangkan Ketua panitia Festival Wisata Edukasi Leluhur Batak 2018, Engelbertha Silalahi mengaku jika penanaman pohon di gunung Pusuk Buhit untuk menjaga kelestarian alam. Karena dengan tumbuhnya pepohonan di dolok Pusuk Buhit akan menciptakan suasana kehidupan baru.

Selain itu, Engelbertha menyebut bahwa komunitas Rumahela bertekad mendukung penuh program pemerintah menggalakkan pariwisata ke kawasan Danau Toba. Mendukung geopark kaldera Toba menuju geopark global network UNESCO. Komunitas ini komit untuk mempertahankan geopark yang terdiri Batu batuan, Tumbuh tumbuhan dan Kultur budaya.

Adapun jenis pohon yang ditanam di gunung Pusuk Buhit adalah bibit pohon Jabijabi, Baringin, Bintatar dan Jior. (lamru)