Connect with us

Sumut

Wisata Alam Menakjubkan di Sianjur Mulamula Samosir, Butuh Penataan

Published

on

Wisata alam di Sianjur Mulamula Samosir

Samosir, Geosiar.com – Ternyata, di sebuah bukit pinggiran Danau Toba tempat strategis menikmati keindahan kawasan Danau Toba. Apalagi, bila tempat itu dikelola dan ditata dengan baik. Sebab, dari bukit itu ternyata dapat melihat jelas pemandangan yang menakjubkan ke arah Danau Toba dan puncak gunung Pusuk Buhit.

Dari kunjungan Geosiar.com, Minggu (8/7/2018).Tepatnya di Desa Huta Ginjang Kec Sianjur Mulamula Kab Samosir, Sumatera Utara. Bukit yang disebut ‘Dolok Partungkoan’, di ketinggian 500 meter diatas permukaan Danau Toba memiliki potensi wisata yang bernilai tinggi dan belum terjamah. Tidak salah, melihat keindahan alamnya, tempat itu bisa disebut sebagai kepingan sorga.

Lokasi wisata yang belum terjamah dan mendapat pengelolaan itu, cukup tepat sebagai wisata alam dan sejarah. Konon katanya, dolok Partungkoan tempat persinggahan/peristirahatan leluhur Si Raja Batak, dari Pulau Malau menuju dolok Pusuk Buhit. Sedangkan dolok Pusuk Buhit diyakini asal muasal orang Batak.

Dari dolok Partungkoan, para wisatawan dapat menikmati keindahan alam serta beragam aktifitas warga yang bermukim di pinggiran di Danau Toba. Melihat sarana transportasi kapal motor dan sampan di Danau Toba, begitu juga aktifitas masyarakat petani sawah dan ladang di lereng dan bukit gunung toba.

Jika melihat ke arah utara, dapat memandang dengan jelas pulau Samosir, pulau Tulas dan Pulau Malau di Danau Toba. Sedangkan ke arah selatan dolok Pusuk Buhit.

Menurut salah satu warga Candra Pasaribu kepada Geosiar.com. Tempat itu sedang digagasi untuk dikelola sebagai objek wisata alam. Namun, saat sedang proses pengembangan mendapat sejumlah kendala yang membutuhkan fasilitasi pemerintah.

Sebagaimana diketahui, dari dolok Partungkoan tidak jauh dari huta Si Mullop dan situs Rumahela di lereng gunung Pusuk Buhit. Dan saat ini komunitas Rumahela terus berbenah menuju wisata edukasi leluhur batak Toba.

Kegiatan komunitas Rumahela binaan anggota Komisi III DPR RI DR Hinca IP Pandjaitan XIII SH MH ACCS berkomitmen membantu pemerintah meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Danau Toba. Mendukung geopark kaldera Toba menuju geopark global network UNESCO wisata dunia.

Seperti salah satu kegiatan yang dilakukan komunitas Rumahela festival wisata leluhur edukasi leluhur batak 2018 yang diselenggarakan sejak Rabu- Selasa, (4-10/7/2018). Ketua panitia festival Engelbertha Silalahi menjelaskan, pelaksanaan hari pertama telah dilakukan ritual di mual simullop yang disebut ‘manjou mulak mata mual’. Hari ke dua merupakan agenda Misa Inkulturasi batak toba yang dihadiri ribuan warga. Acara Misa tersebut dipimpin langsung oleh Uskup Agung Medan Mgr Anicetus Bongsu Antonius Sinaga, O.F.M. Cap. Hari ke tiga yakni patappehon hasandaran para leluhur. Sedangkan hari ke empat, Sabtu (7/7/2018) adalah paradehon dan pasahathon ‘Ulian bolon’ kepada leluhur.

Sedangkan hari ke enam, Senin (9/7/2018) akan dilakukan penanaman ribuan pohon di dolok Pusuk Buhit. Kegiatan diyakini dapat membudidayakan menanam pohon melestarikan dolok Pusuk Buhit. Dan seluruh agenda yang dilaksanakan merupakan kegiatan upaya merawat kearifan lokal di kawasan Danau Toba. (lamru)