Connect with us

Sumut

Komunitas Rumahela Lakukan Penghijauan di Pusuk Buhit

Published

on

Penanaman pohon di Gunung Pusuk Buhit, Kabupaten Samosir, Sumut oleh Komunitas Rumahela, Senin (9/7/2018). ( foto: lambok manurung)

Samosir, Geosiar.com – Pomparan Si Raja Batak yang bergabung di Komunitas Rumahela melakukan penanaman pohon (penghijauan) seribu batang lebih di gunung Pusuk Puhit, Kec Pangururan Kab Samosir, Propinsi Sumatera Utara (Sumut), Senin (9/7/2018). Penghijaun itu bentuk kecintaan terhadap tanah leluhur dan diyakini melestarikan sumber mata air sebagai sumber kehidupan.

Dari pengamatan Geosiar.com, penanaman pohon dilakukan disepanjang jalan menuju dan sekitar situs Rumahela lereng gunung Pusuk Buhit di ketinggian 1000 meter diatas permukaan Danau Toba. Sementara lereng lainnya masih tampak gundul dan butuh penghijauan. Kegiatan penanaman pohon itu adalah bagian dari rangkaian pelaksanaan festival wisata edukasi leluhur batak 2018 yang diselenggarakan sejak Rabu- Selasa, (4-10/7/2018).

Ketua panitia Festival Wisata Edukasi Leluhur Batak 2018, Engelbertha Silalahi menyampaikan, penanaman pohon di gunung Pusuk Buhit untuk tetap menjaga kelestarian alam. Dipastikan, dengan tumbuhnya pepohonan di dolok Pusuk Buhit akan menciptakan suasana kehidupan baru.

“Menanam pohon merupakan bagian dari budaya. Budaya itu merupakan budaya leluhur orang batak yang harus dilestarikan. Dengan penanaman pohon di Pusuk Buhit akan menciptakan sumber air di kawasan toba. Jika sumber mata air terus mengalir tentu akan memberikan sumber kehidupan baru bagi masyarakat keseluruhan,” ujar Engelbertha.

Ditambahkan Engelbertha, komunitas Rumahela bertekad akan mendukung program pemerintah terkait peningkatan jumlah wiisatawan ke Danau Toba. Seperti mendukung Geopark Kaldera Toba menuju wisata Dunia. Untuk itu, komunitas yg mempertahankan geopark yang terdiri Batu batuan, Tumbuh tumbuhan dan Kultur budaya.

Adapun proses penanaman pohon diawali komunitas Rumahela yang dilakukan oleh Nurhayati Situmorang dan Engelbertha Silalahi untuk pohon no 1. Penanaman pohon no 2 dari pihak Manggala Agni dilakukan oleh Sumando Silalahi, Irwan Sitanggang dan Eka Wahyudi. Pohon ke 3 dilakukan pihak Kepolisian Polres Samosir oleh Ipda JW Saragih, Ipda J Sianipar dan Ipda Inja Kaban. Sedangkan penanaman pohon ke 4 dilakukan para undangan. Serta selanjutnya dilakukan penanaman pohon sekitar 1400 batang.

Diketahui, pengadaan bibit pohon disediakan DPD Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Sumut dibawah kepemimpinan Drs Hendrik Halomoan Sitompul. Menurut Hendrik, bibit pohon tersebut terdiri dari bibit pohon Jabijabi, Baringin, Bintatar dan Jior. (lamru)