Connect with us

Nasional

Dr. Moeldoko : Terkait Membangun Kemitraan, Apresiasi Kinerja Jokowi Selama 4 Tahun di Singapura

Published

on

Dr. Moeldoko Paparkan Kinerja Jokowi Selama 4 Tahun di Singapura

Singapura, Geosiar.com – Kuliah umum yang dipandu langsung oleh Ong Keng Yong, Executive Deputy Chairman RSIS, memberikan dampak perkembangan yang baik untuk menjaga korelasi antar dua Negara tersebut.

Dr. Moeldoko banyak memberikan materi terkait membangun kemitraan. Menurutnya, Demi mendukung stabilitas ekonomi dan politik di kawasan, Indonesia akan secara aktif mengundang negara-negara mitra untuk memperkuat kerja sama.

“Saya mengusulkan embrio proyek ini beberapa tahun yang lalu sebelum saya ditunjuk sebagai Kepala Staf di Kantor Staf Presiden,” kata Moeldoko.

Di bidang keamanan, ayah dua anak itu menyingung soal ancaman terorisme dan ideologi ekstrimisme yang memguat di kawasan Asia Pasifik. Secara khusus, ia memaparkan Indonesia terus menerus bertindak mengatasi dan mencegah aksi terorisme.

Contohnya setelah rentetan serangan terorisme dan bom di Surabaya dan Pekanbaru, pemerintah mengusulkan UU Terorisme baru yang menyediakan pelaksana keamanan dengan langkah yang memadai untuk mencegah serangan serupa terjadi.

Pada Mei 2018, DPR mengadopsi UU yang diusulkan dan adanya peningkatan koordinasi antara pelaksana keamanan. Presiden Jokowi memerintahkan pengaktifan kembali Komando Operasi Gabungan untuk kebutuhan itu.

“Sekalipun langkah ini sangat dikritik oleh beberapa kelompok namun diperlukan, “ ujarnya.

Ia juga menegaskan kalau Indonesia memperhitungkan betul bagaimana risiko yang lebih besar jika teroris berupaya menjadikan kawasan Indo Pasifik sebagai medan perang untuk ISIS.

“Ini adalah tantangan bersama agar kita harus bekerja sama untuk memerangi terorisme.”ujarnya.

Doktor Ilmu Administrasi dari Universitas Indonesia ini juga memaparkan kemajuan Indonesia selama hampir 4 tahun di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi.

Di antaranya pembangunan infrastruktur. Tujuan dari proyek infratruktur adalah meningkatkan kinerja ekonomi Indonesia, juga menciptakan keadilan sosial. Sebagai negara besar dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia memiliki sekitar 5,8 juta km persegi luas laut.

“Dengan ukuran sebesar itu, membangun infrastruktur sangat penting. Tol di darat meningkatkan kinerja ekonomi, dan pemerataan sosial. Tol laut berfungsi sebagai jembatan untuk menghubungkan pulau-pulau di Nusantara serta untuk menciptakan dan meningkatkan koneksi dan hubungan di antara orang-orang,” ujarnya.

Selain itu, menurut Moeldoko, proyek-proyek energi akan menyediakan warga dari negara kepulauan ini dengan sumber daya yang dibutuhkan untuk kegiatan sehari-hari mereka. Indonesia sudah merampungkan infrastruktur listrik 93 persen dari target 99 persen. Indonesia juga membangun program jaminan kesehatan dan pendidikan, melakukan reforma agraria dan perhutanan sosial. Realiasasi reforma agrarian tahun 2015-2017 mencapai 87 persen.

Moeldoko juga memaparkan tantangan ekonomi Indonesia, mengenai sumber untuk pendanaan pengembangan proyek-proyek itu. Pemerintah Indonesia menyambut negara-negara mitra untuk meningkatkan investasi mereka di Indonesia. Pemerintah Indonesia menyediakan investasi ini dengan peraturan yang jelas dan stabil untuk memastikan keamanan dari investasi ini. Selain itu, pemerintah juga tanpa lelah mengurangi kompleksitas peraturan tersebut.

“Presiden Joko Widodo sendiri telah menandatangani Peraturan Presiden 91/2017 untuk mengurangi hambatan untuk berinvestasi di Indonesia,” tutupnya. (Ut)