Connect with us

Nasional

Dr.Moeldoko Paparkan Kinerja Kepala Presiden dan Tantangan Kemajuan Indonesia di Singapura

Published

on

Kuliah Umum di Singapura, Kepala Staf Kepresidenan Dr.Moeldoko Paparkan Kinerja Kepala Presiden dan Tantangan Kemajuan Indonesia.

Singapura, Geosiar.com – Akhir Pekan Lalu, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dr.Moeldoko memberikan kuliah umum dengan topik ‘Indonesia under President Joko Widodo’s Administration: Achievements and Challanges in Securing the World’s Largest Archipelago’ di Sheraton Tower Singapura, Jumat 6 Juli 2018.

Pria asal Jawa Timur tersebut memaparkan bagaimana Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi aktif mempromosikan mekanisme untuk menghadapi perubahan global, dengan meningkatkan stabilitas keamanan regional dengan peta baru geopolitik dengan berkurangnya Amerika Serikat dan meningkatnya kekuatan Cina.

Dukungan Indonesia terhadap pembicaraan di kawasan Indo-Pasifik sudah disampaikan beberapa kali oleh Presiden Jokowi yaitu, bahwa ASEAN harus dapat memainkan peran sentral dalam mengembangkan kerangka kerja kerjasama Indo-Pasifik.

Kuliah yang diprakarsai Rajaratnam School of International Studies (RSIS) Nanyang Technological University (NTU) berlangsung dua jam dan dipandu langsung oleh Ong Keng Yong, Executive Deputy Chairman RSIS. Hadir dalam acara itu, Dubes RI untuk Singapura Ngurah Swajaya dan Profesor Dewi Fortuna Anwar, Ph.D.

Moeldoko bukan sekali ini saja memberi kuliah umum untuk RSIS. Pada 29 Oktober 2014, Panglima TNI 2013-2015 itu juga diminta memberikan kuliah dan kajian kritis mengenai ‘TNI Future Challenges and Opportunities’ di tempat yang sama.

Kemarin sebelum memberikan kuliah, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko juga menyempatkan sarapan bersama dengan Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan dan makan siang oleh Menteri Pertahanan Ng Eng Hen.

Menurut Moeldoko, topik Keberhasilan dan Tantangan Presiden Jokowi dalam mengamankan Negara Kepulauan Terbesar di Dunia memang menarik untuk didiskusikan setelah Indonesia sukses mengelar Pilkada serentak di 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten.

Juga menjelang Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden yang berlangsung April 2019. Terutama bagaimana Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi menghadapi perubahan global, teknologi informasi dan geopolitik di kawasan Asia Pasifik. Juga bagaimana cara pemerintahan Jokowi mengatasinya.

“Saat ini Indonesia seperti negara lain, hidup di dunia yang bergejolak. Pengaturan global dan regional memberikan tantangan dalam menciptakan stabilitas di era penuh gangguan,” katanya.

menyebut salah satu upaya Indonesia aktif menghadapi perubahan adalah mengadopsi Making Indonesia 4.0, sebuah peta jalan menghadapi revolusi terbaru yang bergantung pada Internet of Things (I0T), Artificial Intelligence (AI) dan robotika.

“Perlu diketahui, pergerakan manusia, barang dan jasa telah meningkat pesat, melebihi dari apa yang pernah kita saksikan sepanjang sejarah manusia,” kata Moeldoko. (Ut)