Connect with us

Nasional

NJOP Naik, Berikut Tips dan Trik Beli Rumah di Jakarta

Published

on

Ilustrasi Rumah

Geosiar.com, Jakarta – Kenaikkan Nilai JuaL Objek Pajak (NJOP) Bumi dan Bangunan Tahun 2018 membuat harga rumah semakin mahal, khususnya di daerah ibu kota jakarta. Hal ini akan semakin sulit untuk bisa membeli properti atau rumah di Jakarta.

Kendati demikian, bagaimana caranya agar tetap bisa membeli rumah di tengah adanya kenaikkan NJOP ini?

Country General Manager Indonesia REA Group/Rumah123 Ignatius Untung mengatakan sejatinya harga properti di DKI akan terus mengalami melambung dengan ada atau tidaknya kenaikkan NJOP.

Ketua Umum idEA (Indonesian E-commerce Association) itu mengatakan untuk bisa membeli rumah, terutama di DKI maka konsumen harus bisa memaksakan diri.

“Karena walaupun NJOP nggak naik, tapi harga rumah memang pasti naik terus. Market lagi slow saja (harga rumah) naik. Intinya memang harus diprioritasin sih menurut saya,” kata Untung, Sabtu (7/7/2018).

“Jadi kalau dari sisi pembelinya harus maksain diri, jangan dinanti-nanti. Jadi secara nggak langsung walaupun NJOP nggak naik, harga rumah pasti terus naik, apalagi dengan adanya kenaikkan NJOP, tambah naik lagi harganya,” sambung dia.

Untuk itu, Untung menyarankan agar setiap orang yang hendak membeli rumah bisa mengatur kondisi keuangannya, seperti soal pemasukan. Dia menyarankan agar pemasukan bulanan yang diterima bisa disisihkan 30% di awal untuk membayar uang muka atau down payment (DP).

“Sebenarnya gini, klau tipsnya untuk pembeli, kalau maksain kan untuk yang sudah telat memang agak susah ya, biarpun semakin ditunda juga makin susah. Penyakitnya selalau gitu, jadi tetap harus dipaksain,” kata dia.

“Maka untuk yang belum terlambat itu harus dimulai, mulainya bagaimana? jadi pertama kali terima gaji itu langsung ditabung 30%, itu tabung untuk DP rumah. Nah sekarang kan ada kebijakan lagi katanya mau ada DP Rp 0,” tutupnya. (Ut)