Connect with us

Sumut

Dari Dolok Pusuk Buhit, Komunitas Rumahela Panjatkan Doa Keselamatan Dunia

Published

on

Pomparan Si Raja Batak yang tergabung komunitas Rumahela bersama undangan saat melakukan ritual doa besar di rumahbolon Mual Simullop, Pangururan, Kab Samosir, Propinsi Sumut, Sabtu (7/7/2018). (foto : lambok manurung)

Samosir, Geosiar.com – Sekitar 500 m diatas permukaan air Danau Toba tepatnya di kaki gunung Pusuk Puhit huta Simullop Kec Pangururan, Kabupaten Samosir, Propinsi Sumatera Utara, sekitar lima ratusan lebih warga khusyuk mengikuti Festival Wisata Edukasi Leluhur Batak 2018, Sabtu (7/7/2018)

Festival itu tidak lah seperti yang kita bayangkan saat lomba kreasi seni.Tapi lebih diyakini festival itu merupakan festival budaya para leluhur si Raja Batak. Dimana, para tamu dan pomparan keturunan Si Raja Batak menyatu dengan alam Toba melakukan edukasi tentang leluhur Batak. Kegiatan tahunan itu diselenggarakan komunitas ‘Rumahela’ yang dibina DR Hinca IP Pandjaitan XIII SH MH ACCS.

Dari pantauan Geosiar.com, proses acara dimulai pukul 12.14 wib, simbol prosesi menjungjung hudon tano berisi air menuju rumah bolon. Air (mual) berasal dari sumber mata air mual simullop. Peserta yang menjungjung hudon tano dilakukan oleh pomparan siraja batak mulai dari hasunduton sahat tu habinsaran.

Selanjutnya, seluruh undangan pomparan Si Raja Batak yang hadir tanpa dikomandoi langsung berbaur dengan komunitas Rumahela mengikuti doa ritual tonggotonggo di rumah bolon. Dibrumah bolon sebelumnya sudah disusun persembahan ‘ulian bolon’ yang terdiri dari hasil bumi dan ternak berupa Kerbau putih dan hitam berikut kambing putih berikut sejumlah ayam dan ihan batak. Ulian bolon itu dipersembahkan kepada para leluhur.

Ritual yang dipimpin Ketua komunitas Rumahela, Ir Hendri Naibaho memanjatkan doa kepada Tuhan sang pencipta dan alam semesta berikut seluruh isinya diberikan keselamatan di perdamaian dunia menuju masyarakat sejahterah.

Lewat Doa besar dan persembahan ‘Ulian bolon’ kepada leluhur, Hendri Naibaho berdoa meminta kepada sang pencipta Mulajadi Nabolon agar diberikan berkat kepada semua umat manusia dan tetap keadaan damai sejahtera. Dijauhkan prahara mala petaka maupun bencana di dunia khususnya Indonesia dan Toba tanah batak.

Usai doa yang dipimpin Hendri Naibaho, selanjutnya Doa dan tonggo dipimpin DR Hinca IP Pandjaitan XIII. Meminta kepada dang pencipta dan leluhur supaya memberikan kedamaian, menjauhkan teroris di Indonesia. Kepada sesama warga diharapkan saling menghargai dan menghormati. Melalui ritual festival dan kencitaan budaya leluhur diyakini akan mampu menciptakan kedamaian di bumi pertiwi.

Disela sela kegiatan, DR Hinca IP Pandjaitan XIII SH MH ACCS selaku pembina komunitas Rumahela kepada Geosiar.com menyampaikan, kegiatan itu dilakukan untuk menggugah masyarakat Batak agar cinta budaya leluhur.

Untuk itu, mengajak seluruh masyarakat hendaknya dapat menghargai leluhurnya dan tetap menjaga kearifan lokal sebagai budaya leluhur. Karena sesungguhnya kata Hinca Pandjaitan yang saat ini menjabat anggota Komisi III DPR RI, siapa yang menghargai para leluhurnya, maka Ianya secara tidak langsung telah mempersiapkan Dirinya dapat dihargai generasi maupun keturunannya.

Gerakan Hinca Pandjaitan tidak sekedar melakukan acara serimonial festival budaya leluhur. Tapi, Hinca tampak serius ingin menjadikan dolok Pusuk Buhit yang dipercayai asal muasal orang Batak itu dapat dijadikan wisata budaya dan sejarah. Ingin menata kawasan Danau Toba benar benar diminati semua pihak. “Kita harus buktikan, keindahan kawasan Danau Toba yang disebut kepinginan surga dapat dinikmati warga sekitar,” ujar Hinca yang dikenal sebagai pegiat budaya itu.

Menurut Hinca Pandjaitan, festival salah satu upaya merawat kearifan lokal di dolok Pusuk Buhit dan kawasan Danau Toba. Melalui festival itu diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan serta mensejahterakan perekonomian masyarakat sekitar. Dipastikan, dengan menjaga kearifan lokal dan melestarikan budaya leluhur salah satu upaya mendukung geopark kaldera toba menuju geopark global network UNESCO.

Keseriusan DR Hinca IP Pandjaitan XIII SH MH ACCS selaku penggiat budaya telah menyempurnakan kesuksesan sebagai politikus menjabat Sekjen DPP Partai Demokrat. Baginya, politik adalah urusan yang kedua, sedangkan budaya hal yang utama. Namun kata Hinca, politik adalah salah satu cara mewujudkan budaya itu.

Pengamatan wartawan, keindahan huta Simullop sangat lah mempesona. Di kaki Bukit Pusuk Buhit diatas permukaan Danau Toba mengingatkan kita betapa agungnya ciptaan Tuhan. Suasana itu tanpa disadari menghilangkan suasana penat dari ibu kota. Mungkin saja, selain destinasi wisata Danau Toba, sangat lah tepat jika huta Simullop dijadikan lokasi rehabilitas kejiwaan karena langsung berinteraksi dengan alam.

Sebagaimana diketahui agenda Festival wisata edukasi leluhur berlangsung pada tanggal 7 Juli setiap tahunnya. Kali ini diselenggarakan sejak Rabu- Selasa, (4-10/7/2018). Pelaksanaan hari pertama telah dilakukan ritual di mual simullop yang disebut ‘manjou mulak mata mual’. Hari ke dua merupakan agenda Misa Inkulturasi batak toba yang dihadiri ribuan warga. Acara Misa tersebut dipimpin langsung oleh Uskup Agung Medan Mgr Anicetus Bongsu Antonius Sinaga, O.F.M. Cap. Hari ke tiga yakni patappehon hasandaran para leluhur. Sedangkan hari ke empat, Sabtu (7/7/2018) adalah paradehon dan pasahathon ‘Ulian bolon’ kepada leluhur.

Sedangkan hari ke enam akan dilakukan penanaman ribuan pohon di dolok Pusuk Buhit. Penanaman pohon akan dilakukan komunitas Rumahela bekerjasama dengan DPD Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Sumut. Kegiatan itu akan dipimpin langsung oleh Ketua DPD ISKA Sumut Drs Hendrik Halomoan Sitompul MM.

Hadir pada hari ke ke empat, saat acara Festival Wisata Edukasi Leluhur Batak 2018, Deputi BI Sumut Andiwana S, BI Medan, Surianto, Kemenpar Alfin Merancia, Mewakili Panglima Wadan Rindam I/BB Kolonel Rudy Runtuwena, Koramil 03 Pangururan M Malau, Kemkominfo Selamatta Sembiring, Mewakili Kapolri Dir PAM Obvit Polda Sumut Kombes Pol H Hery Subian Shuri dan AKBP Indriatmoko, Dandim 0210/TU Rico J Siagian. Kapolres Samosir AKBP Pol Agus Darojat dan para undangan lainnya serta keturunan Si Raja Batak. (lamru)