Connect with us

Nasional

Bukan Aphelion, Ini Penyebab Cuaca Dingin di Indonesia

Published

on

Ilustrasi mendung.

Geosiar.com, Jakarta – Beberapa wilayah di Indonesia diselimuti cuaca dingin selama belakangan hari terakhir. Mulai dari Bandung, Dieng, Bondowoso, serta sebagian besar Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur. Bahkan, beberapa wilayah juga mengalami hujan salju atau es. Informasi yang beredar di berbagai media mengungkapkan hal ini terjadi karena aphelion.

Aphelion adalah fenomena astronomis yang terjadi setahun sekali. Bumi berada pada titik terjauhnya dari matahari.
Sepintas, penyebab tersebut masuk akal. Namun, BMKG mengeluarkan rilis terbaru yang menyatakan bahwa penyebab cuaca dingin beberapa hari terakhir sebenarnya bukan aphelion.

Dilansir Grid.ID dari akun Twitter resmi BMKG @infoBMKG (7/7/2018), berikut penjelasannya:

Menurut BMKG, cuaca dingin saat bukan disebabkan fenomena aphelion. Cuaca dingin saat ini lebih dominan karena tidak adanya awan di atmosfer. Angin dari Australia yang dingin dan kering ke Asia melalui Indonesia sehingga cuaca menjadi dingin di Indonesia. Jadi bukan Aphelion,” tulis Sutopo

Jadi, aphelion tidak berpengaruh signifikan dan juga bukan fenomena yang perlu ditakuti.

Penyebab sesungguhnya cuaca dingin di Indonesia lebih ke tutupan awan yang tidak signifikan selama beberapa hari terakhir. Selain itu, Australia pada bulan Juli juga sedang musim dingin. Massa udara yang dingin dan kering dari Australia menuju Indonesia berpengaruh signifikan pada suhu udara di sini.