Connect with us

Dunia

Veteran Penyelam AL Thailand Tewas Usai Operasi Penyelamatan Tim Sepak Bola

Published

on

Penyelamatan Remaja di Gua, Mantan Penyelam AL Thailand Tewas

Geosiar.com, Jakarta – Diduga kehabisan Oksigen, mantan penyelam Angkatan Laut (SEAL) Thailand yang bergabung dalam operasi penyelamatan 12 remaja di Thailand Utara akhirnya meninggal.

AL Thailand menyatakan veteran penyelam tersebut meninggal Jumat (6/7) sekitar pukul 2.00 pagi saat akan kembali ke pusat komando sekitar dua kilometer di dalam gua.

Kematiannya mempertegas risiko dan bahaya operasi penyelamatan bagi anggota tim operasi. Juga menimbulkan pertanyaan soal kemungkinan membawa ke-12 remaja dengan selamat.

“Mantan anggota SEAL, relawan penyelamat, meninggal tadi malam sekitar pukul 2,” kata Passakorn Boonyaluck, Deputi Gubernur Chiang Rai, Jumat (6/7).

Sebelumnya, Operasi penyelamatan besar-besaran digelar di Gua Tham Luang Nang Non, Provinsi Chiang Rai, Thailand Utara di mana 12 remaja anggota tim sepak bola ‘Wild Boars’ terjebak bersama pelatihnya sejak 23 Juni lalu.

Pejabat mengatakan tidak akan mengeluarkan kedua belas orang tersebut bersamaan. Semuanya tergantung kepada kesehatan tim sepak bola tersebut.

“Kedua belas orang tersebut tidak akan keluar secara bersamaan. Jika kondisi tubuhnya memungkinkan dan orang tersebut siap 100 persen, dia bisa kita keluarkan,” kata Narongsak Osatanakorn, Gubernur Provinsi Chiang Rai.

Ia juga mengatakan bahwa mereka telah berlatih untuk menggunakan dan bernapas menggunakan masker selam, namun dia belum yakin mereka sudah berlatih untuk menyelam.

Tim sepak bola tersebut sudah mendapatkan perawatan dari tujuh anggota Angkatan Laut Thailand, beserta anggota medis dan menemani mereka didalam gua tersebut. Kebanyakan dari mereka kondisinya stabil dan telah mengonsumsi minuman yang tinggi protein.

para tentara mengobati luka-luka ringan di kaki anak-anak tersebut dengan salep antibiotik. Beberapa dari mereka tertawa ketika para AL Thailand membuat lelucon.

Melihat kondisi mereka membuat para anggota keluarga mereka turut bahagia. Para petugas juga berusaha memasang kabel internet di gua tersebut sehingga orang tua mereka dapat berbicara dengan anak-anak mereka.

Kian Kamluang, orang tua dari Pornchai, mengatakan sebelumnya mereka tidak punya harapan lagi. Mereka memperkirakan kemungkinan 50 persen bahwa anaknya tidak akan ditemukan.

“Ini seperti dia (anaknya) diberi kehidupan baru,dan saya tidak akan pernah membiarkan anaknya pergi kegua atau dekat dengan air lagi.” kata Kamluang.

Beberapa tokoh agama juga muncul, dan yang paling terkenal adalah seorang biarawan Budha, Kruba Boonchum.

Boonchum, yang pertama kali datang ke tempat kejadian, meramalkan bahwa anak-anak tersebut akan segera ditemukan. Dia juga kembali pada Rabu (4/7) untuk mendoakan agar operasi penyelamatan mereka berjalan aman.

Laksamana Muda Arpakorn Yookongkaew, yang merupakan Komandan AL Thailand, mengatakan tidak akan terburu-buru untuk mengeluarkan tim sepak bola tersebut dari gua, karena mereka aman di dalam gua.

Menurutnya, dalam situasi ini anak-anak tersebut harus menyelam jika ingin keluar dari gua, yang menurut para ahli penyelamatan bisa sangat berbahaya. Sementara upaya untuk memompa air yang membanjiri gua tersebut masih dilakukan.

Para pejabat Thailand mengindikasikan hujan lebat masih akan terus mengguyur sepanjang pada akhir pekan ini yang mungkin memaksa mereka untuk melakukan penyelamatan dengan menyelam.

Pihak berwenang juga masih mencari jalan keluar lain untuk mengeluarkan mereka dari gua tersebut.

Para ahli dari tim gabungan penyelamat tersebut mengatakan cara yang paling aman untuk mengeluarkan mereka adalah menunggu didalam gua tersebut sampai air didalam gua tersebut turun.

Hal tersebut bisa memakan waktu berbulan-bulan, namun musim hujan di Thailand biasanya berlangsung hingga bulan Oktober. Para penyelam yang berpengalaman mengaku ragu untuk mengeluarkan ke-12 remaja dan pelatihnya yang terjebak dalam gua, karena menyelam dalam gelap dan berbahaya. Terutama karena tim sepak bola remaja itu tidak terlatih. (Ut)