Connect with us

Sumut

Hendrik Sitompul Ajak Warga Batak Bangun Tanah Leluhur di Pusuk Buhit

Published

on

Ketua DPD ISKA Sumut Drs Hendrik Halomoan Sitompul bersama pengurus Katolik Henry Jhon Hutagalung saat menerima Ulos saat menghadiri acara Festival Wisata Edukasi Leluhur Batak 2018 yang diselenggarakan komunitas Ruma Hela di huta Simullop kaki dolok Pusuk Buhit, Pangururan, Kab Samosir, Kamis (5/7/2018). Pada kesempatan itu, Hendrik memberikan kata sambutan. (foto: lambok manurung)

Samosir, Geosiar.com – Ketua DPD Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Sumut Drs Hendrik Halomoan Sitompul MM mengajak seluruh orang Batak untuk dapat membangun tanah leluhur dolok Pusuk Buhit, Samosir. Membantu program komunitas rumah hela memajukan pariwisata di kawasan Danau Toba dan menjadikan sebagai salah satu destinasi wisata budaya leluhur.

“Mari kita cintai dan lestarikan budaya leluhur Batak di dolok Pusuk Buhit. Membantu langkah komunitas Ruma hela membangun kampung leluhur dan mengingatkan kita asal muasal si Raja Batak,” ujar Hendrik Halomoan Sitompul MM saat memberi sambutan acara Festival Wisata Edukasi Leluhur Batak 2018 yang diselenggarakan komunitas Ruma Hela di huta Simullop kaki dolok Pusuk Buhit, Pangururan, Kab Samosir, Kamis (5/7/2018).

Dikatakan Hendrik Sitompul yang juga anggota Fraksi Demokrat DPRD Medan itu, mengajak seluruh orang batak dimana
pun berada supaya ingat akan asal leluhurnya. Membangun tanah batak dan melestarikan budaya leluhurnya serta tetap menjaga kearifan lokal.

Pada kesempatan itu, kata Hendrik Sitompul yang juga Ketua Umum LP3KD Pesparani Katolik Sumut dan Ketua I Yayasan Perguruan Katolik (YPK) Don Bosco Medan itu, sebagai bentuk kepedulian kepada tanah leluhur, pihaknya akan melakukan penghijauan penanaman pohon di dolok Pusuk Buhit. “Senin (9/7/2018) kita warga Katolik akan melakukan kegiatan penanaman pohon di dolok pusuk buhit menuju rumah hela,” ujar Hendrik.

Ditambahkan Hendrik Sitompul yang juga menjabat Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sumut itu, dolok Pusuk Buhit dan kawasan Danau Toba perlu dilakukan penghijauan untuk melestarikan sumber mata air serta keindahan Danau Toba. Dipastikan jika sumber mata air ada maka akan tersedia sumber kehidupan. “Kita harapkan kunjungan wisata meningkat ke Danau Toba. Tentu akan membantu perekonomian masyarakat sekitar” harap Hendrik dari Alumni PPRA 52 Lemhanas RI ini.

Saat menghadiri acara fetival wisata edukasi leluhur, Hendrik Halomoan Sitompul bersama Henry Jhon Hutagalung menerima Ulos dari panitia. Pemberian ulos sebagai bentuk kehormatan dan kiranya mendapat berkat kesehatan dalam menjalankan tugas dan menggapai cita cita yang mulia.

Pada kesempatan itu, Hendrik menyampaikan sangat senang bisa berkunjung ke ruma hela di dolok Pusuk Buhit karena dapat lebih kenal dengan budaya leluhur. (lamru)