Connect with us

Sumut

Festival Wisata Edukasi di Pusuk Buhit Dihadiri Uskup Agung Medan dan Ribuan Warga

Published

on

Uskup Agung Medan Mgr. Anicetus Bongsu Antonius Sinaga, O.F.M. Cap bersama DR Hinca IP Pandjaitan SH MH ACCS saat acara festival budaya leluhur di huta Simullop Pusuk Buhit, Pangururan, Kab Samosir, Kamis (5/7/2018). (foto: lambok manurung)

Samosir, Geosiar.com – Ribuan warga wisatawan lokal dan mancanegara hadiri Festival Wisata Edukasi Leluhur Batak 2018 di huta Simullop, Pangururan, Kab Samosir, Kamis (5/7/2028). Acara tersebut diselenggarakan komunitas rumah hela yang digelar pada bulan Juli setiap tahunnya sejak tahun 2016.

Pelaksanan pada hari ke dua, Kamis (5/7) dilakukan Misa Inkulturasi Batak Toba yang diiringi gondang sabangunan. Tampak saat acara Misa bernuansa budaya Batak Toba itu berlangsung dama, hikmat yang dimpinan petinggi Katolik Uskup Agung Medan Mgr. Anicetus Bongsu Antonius Sinaga, O.F.M. Cap pim.

Menurut Penasehat komunitas Rumah Hela DR Hinca IP Pandjaitan SH MH ACCS, festival wisata edukasi leluhur batak toba 2018 dimulai Rabu – Selasa (4-20/7/2018). Dikataka Hinca yang juga anggota DPR RI itu, festival budaya pada hari pertama, yaki Rabu (4/7/218) telah dilakukan doa ritual di mata air Simullop yang disebut ‘Manjao Mulak Mata Mual’. Hari ke dua acara Misa Inkulturasi Batak Toba. Acara misa bernuansa budaya itu terlihat hikmat sejuta makna.

Selanjutnya, hari ke tiga yakni acara ‘pattapehon sahala hasandaran’. Acara ini juga akan diiringi ritual. Sedangkan pada hari ke empat yakni ‘paradehon jala pasahathon ‘ulian bolon’ untuk para leluhur. Acara ini merupakan puncak yang menggelar tonggo ritual diiringi tortor dan gondang sabangunan. Dalam acara tersebut akan disiapkan berupa ‘ulian’ persembahan dari hasil pertanian dan peternakan.

Pada hari ke lima akan dilakukan penanaman seribu pohon di kaki dolok pusuk buhit menuju rumah hela. Penanaman pohon tersebut akan dilakukan komunitas rumah hela bekerjasama lkatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Sumut. Untuk hari ke enam merupakan acara pentas seni budaya. Dilanjutkan acara mangampu (penutupan) suhut (panitia).

Sementara itu, Ketua Panitia fetival wisata budaya edukasi leluhur batak 2018 Engelbertha Silalahi kepada Geosiar.com menyampaikan, pagelaran festival untuk mengenang budaya leluhur batak toba.

Selain itu kata Engelbertha, festival salah satu upaya merawat kearifan lokal dan bertujuan memajukan ekonomi rakyat. Dengan menjaga kearifan lokal dan meneruskan budaya leluhur salah satu upaya mendukung geopark kaldera toba menuju geopark global network UNESCO.

Hadir pada acara Misa yang dipimpin Uskup Agung Medan Mgr. Anicetus Bongsu Antonius Sinaga, O.F.M. Cap. Sejumlah pastor yang dikordinir Paroki Pangururan, Bupati Pemkab Samosir Rapidin Simbolon didampingi Sekda. Pihak Polres, Anggota DPR RI DR Hinca IP Pandjaitan SH MH ACCS. Pengurus Gereja Katholik yang juga Ketua DPRD Medan, Drs Henry Jhon Hutagalung SE SH MH, anggota DPRD Drs Hendrik Halomoan Sitompul MM. (lamru)