Connect with us

Sumut

Case Smartphone Anti Radiasi Hasil Tangan Mahasiswa di Medan

Published

on

(geosiar/Tria Sitinjak)

Geosiar.com, Medan – Tiga orang mahasiswa di Kota Medan, Rendi, Herman dan Jecky yang bergabung dalam satu tim menciptakan case smartphone anti radiasi  yang bahan utamanya ialah limbah kertas berjenis HVS.

Tim ini merupakan mahasiswa asal FMIPA, Universitas Negeri Medan (UNIMED) yang telah lulus PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) dengan judul “Case smartphone anti-radiasi dari limbah kertas” dan telah didanai oleh Kemenristekdikti.

Mereka memilih kertas sebagai bahan utama karena limbah kertas diyakini memiliki potensial sebagai anti radiasi. Salah satunya dalam bentuk CSAR. CSAR bersifat biodegradable sehingga dapat mengurangi penggunaan softcase yang bersifat non-biodegradable dan non-antiradiasi berdasarkan hasil uji.

“kelebihannya sebagai anti radiasi dan biodragable karena bahan utama yang kami gunakan adalah limbah kertas”, ujar Jecky, salah satu anggota tim ini, Rabu (4/7/2018).

Hal ini merupakan upaya pencegahan dan mengurangi paparan radiasi elektromagnetik dari smartphone. Karena seperti yang kita ketahui bahwa radiasi memiliki banyak efek negatif seperti kerusakan sel saraf, menurunnya konsentrasi dan merusak sistem kekebalan tubuh

“Apalagi pada proses pengisian baterai atau charging tingkat radiasi lebih besar dibandingkan dengan smartphone kondisi stand by dan dialing,” sambungnya.

Mereka pula telah melakukan uji anti radiasi dengan menggunakan alat dosimeter yang dilakukan sebanyak tiga kali untuk menyakini bahwa produk ini sangat baik untuk pengguna smartphone yang peduli kesehatan dengan menghindari radiasi. (tees)