Connect with us

Dunia

Wali Kota di Filipina Tewas Ditembak Bandar Narkoba

Published

on

Anotnio Halili. (AP)

Geosiar.com, Batangas – Antonio Halili, Wali Kota Tanauan di Provinsi Batangas, selatan Filipina, tewas diduga ditembak oleh pengedar narkoba di kota tersebut ketika mengikuti upacara pengibaran bendera, Senin 2 Juli 2018.

“Halili ditembak di bagian dada oleh seorang pria tak dikenal. Dia tewas ketika dalam perjalanan ke rumah sakit,” Al Jazeera melaporkan, Senin (2/6/2018) waktu setempat.

Di dalam sebuah rekaman video yang diunggah di media sosial menunjukkan Halili bersama sejumlah pegawai sipil di luar aula gedung sedang menyanyikan lagu kebangsaan nasional Filipina. Bersamaan dengan itu, ada suara tembakan senjata api di sekitar mereka disusul teriakan para peserta upacara pengibaran bendera.

Polisi setempat menjelaskan kepada kantor berita AP, peluru yang ditembakkan pelaku menghantam telepon seluler Halili yang disimpan dalam saku baju tembus ke dadanya. “Kami shock dan sangat sedih,” kata Wakil Wali Kota Jhoanna Villamor yang berdiri di samping Halili kepada DZBB setelah insiden penembakan.

Kepala Kepolisian Filipina Oscar Albayalde menyampaikan, peserta upacara lainnya tidak melihat pelaku penembakan ketika terjadi aksi penembakan terhadap Wali Kota.

“Mereka hanya mendengar suara tembakan sehingga diasumsikan atau diduga penembakan itu dilakukan oleh penembak jitu,” ucap Albayalde dalam acara jumpa pers seraya menambahkan bahwa kepolisian Filipina sedang melakukan investigasi atas peristiwa tersebut.

Halili terkenal dengan kebijakan kontroversial di Filipina. Dia memerintahkan para begundal narkoba yang ditangkap petugas keamanan diarak di depan publik untuk mempermalukannya dua tahun lalu.(yl)