Connect with us

Daerah

TPS di Pekanbaru Tergenang Banjir, Petugas Sibuk Bersihkan Sampah yang Masuk

Published

on

Petugas TPS di Pekanbaru membersihkan sampah yang dibawa banjir (okezone.com)

Geosiar.com, Pekanbaru – Salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) terendam banjir di Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau.

Pemilih pun terpaksa rela mencoblos dengan kondisi genangan air dikakinya. TPS terendam setinggi betis orang dewasa.

Lokasi pencoblosan yang tergenang banjir berada di TPS 32 Sialang Munggu, tepatnya di area Masjid Baitul Alim, Perumahan Attiri. Banjir yang terjadi akibat hujan deras yang mengguyur lokasi tersebut pada tadi malam.

Petugas terlihat sibuk membersihkan area TPS dengan menggunakan serokan karena banjir tersebut membawa sampah.

Pengamatan di lokasi, sejak pukul 08.00 WIB belum tampak para pemilik hak suara mendatangi TPS tersebut.

Ketua KPPS dari TPS 032 Sialang Munggu, Dedi Irawan, menyatakan banjir di wilayahnya sudah sering terjadi. Petugas memastikan tidak akan menggeser lokasi TPS.

“Di sini sudah biasa banjir kalau musim hujan. Hasil rapat bersama, kami tidak akan memindahkan TPS kami,” imbuhnya, dilansir okezone.com, Rabu (27/6/2018).

Dia menjelaskan, di TPS 032 Sialang Munggu ada 120 warga yang masuk daftar pemilih tetap (DPT). Namun, sebanyak 20 orang dinyatakan tidak jelas. Ada yg telah pindah dan ada yang meninggal dunia.

Petugas KPPS berharap walaupun banjir, ini tidak menyurutkan warga menggunakan hak pilihnya. Sebab, selain di TPS 032 Sialang Munggu, banjir juga menggenangi ratusan rumah di sana.

Daerah

Kecelakaan Tol Cipali, 5 Orang Tewas Terbakar dalam Mobil

Published

on

Polisi saat mengevakuasi pikap yang tinggal kerangka setelah terbakar usai tabrakan di Tol Cipali (inews.id)

Geosiar.com, Jakarta – Kecelakaan di Jalan Tol Cikopo-Palimanan atau Tol Cipali Km 154.800 mengakibatkan lima korban tewas terbakar di dalam mobil. Hal tersebut disampaikan Kapolres Majalengka, Jawa Barat, Ajun Komisaris Besar Mariyono.

“Korban yang meninggal itu terbakar di dalam kendaraan,” ujar Mariyono di Majalengka, Sabtu (20/7/2019).

Menurutnya, insiden nahas yang terjadi antara kendaraan bak terbuka dan minibus Suzuki APV ini terjadi pada Jumat (19/7/2019) malam, sekitar pukul 23.00 WIB.

Kecelakaan tersebut terjadi akibat pengemudi kendaraan bak terbuka kehilangan kendali dan menyeberang ke jalur berlawanan, sehingga terjadilah tabrakan.

“Diduga pengemudi kendaraan bak terbuka mengantuk sehingga menyeberang ke jalur berlawanan,” jelasnya.

Usai terlibat tabrakan kedua kendaraan tersebut terbakar, yang posisi akhir bak terbuka terbalik miring di bahu jalan dengan kedua roda kanan di atas menghadap timur.

Sementara kendaraan minibus APV masih dalam keadaan normal yaitu menghadap timur Tol Cipali atau di lajur arah Cirebon.

“Para korban yang meninggal sudah berhasil diidentifikasi,” tandasnya.

Continue Reading

Daerah

Siswa Korban MOS SMA Taruna Palembang Tewas, Gubernur Berduka

Published

on

SMA Taruna Indonesia Palembang.

Geosiar.com, Palembang – Siswa korban Masa Orientasi Siswa (MOS) SMA Taruna Indonesia Palembang, Wiko Jerindra (14) meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit selama enam hari. WJ menghembuskan napas terakhir pada Jumat (19/7/2019).

WJ merupakan korban penganiayaan kakak pembina di SMA Taruna Palembang saat menjalani masa orientasi. Pelaku bernama Obby Frisman Artakatu (24). Diketahui, WJ merupakan korban kedua pelaku setelah sebelumnya siswa lain inisial DBJ (14) juga meninggal dunia akibat MOS.

Peristiwa ini mendapat perhatian dari Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru. Herman menyampaikan belasungkawanya terhadap para korban.

“Kami turut berduka atas meninggalnya siswa Taruna Nusantara itu. Turut berduka saya, tolong sampaikan. Insya Allah saya akan melayat kepada keluarga korban,” tutur Herman di Palembang, Sabtu (20/7/2019).

Lebih lanjut, Kepala Daerah Sumatera Selatan itu menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada pelaku jika memang terbukti bersalah, termasuk kepada sekolah.

“Saya tetap konsisten dengan pernyataan saya sebelumnya. Kalau nanti terbukti ini kesalahan lembaga pasti akan ada sanksi untuk sekolah tersebut,” tegasnya.

Herman mengatakan bahwa saat ini Dinas Pendidikan tengah membentuk tim investigasi terkait penanganan kasus ini. Dia berharap tim dapat segera memastikan apakah kesalahan memang dilakukan pihak sekolah atau hanya individu.

“Kalau individu kita tidak bisa masuk karena itu ranahnya polisi. Tapi kalau soal kedisiplinan dan ketaatan terhadap aturan itu ada sanksinya tersendiri,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Widodo menyebut bakal segera melakukan evaluasi terhadap Sekolah Taruna Palembang tersebut. Bahkan, ia menegaskan akan menyetop izin operasional sekolah tersebut apabila terbukti menghalalkan tindak kekerasan dan pelanggaran secara terstruktur.

“Mestinya secara reguler pihak sekolah memberi tahu kami jika ada kegiatan. Dan semestinya MOS itu hanya pengenalan jadi tidak boleh ada kontak fisik. Apalagi kegiatan yang dilakukan di luar pagar sekolah harusnya ada laporan ke kami biar bisa kami monitor,” tutur Widodo seperti dilansir dari Antaranews, Sabtu (20/7/2019).

Continue Reading

Daerah

Polri Klarifikasi Jumlah Korban Tewas Bentrok Mesuji, 3 Orang

Published

on

Petugas saat mengevakuasi korban tewas dalam bentrok Mesuji. (Foto: prioritas.co.id)

Geosiar.com, Jakarta — Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra, mengklarifikasi jumlah korban tewas dalam bentrok yang terjadi antara kelompok Mekar Jaya Abadi dan kelompok Mesuji Raya pada Rabu, 17 Juli kemarin, sebanyak 3 orang.

Klarifikasi ini dilakukan karena sebelumnya sempat beredar informasi bahwa ada 4 orang tewas dalam bentrok antarkelompok di kawasan hutan tanaman industri Register 45, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung tersebut.

“Berdasarkan klarifikasi terakhir itu 3 orang meninggal dunia. Beberapa waktu lalu sempat tersiar kabar 4, sudah positif 3 orang meninggal,” jelas Asep di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2019).

Selain korban tewas, Asep mengatakan bahwa ada 11 orang mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut. Asep mengatakan pihak Polda Lampung masih mendalami permasalahan itu.

“Dari pihak Polda Lampung, ya sekarang masih dalam terus penyelidikan. Yang jelas dalam upaya ini, antara kami memulihkan situasinya dan upaya penegakan hukum, kami lakukan secara paralel,” tambahnya.

Sebagai informasi, kelompok Mekar Jaya Abadi merupakan masyarakat yang bermukim dan mengolah tanah di Register 45 di dalam wilayah Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Sementara kelompok Mesuji Raya bermukim di wilayah Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan.

Kedua kelompok ini berada di perbatasan Provinsi Lampung dan Provinsi Sumatera Selatan. Dalam aksinya, massa bentrok menggunakan senjata tajam dan senjata api.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com