Connect with us

Pilkada 2018

Peserta Pilkada 2018 : Harus Siap Badan Menerima Hasil Menang atau Kalah

Published

on

Ilustrasi Kursi Jabatan Menjadi Rebutan (kompas)

Geosiar.com, Jakarta – Pengawalan dan pengawasan yang dilakukan oleh pihak kepolisian dan Brimob secara tidak langsung merupakan harapan masyarakat untuk mensukseskan pesta demokrasi 2018 ini.

Sejalan dengan itu, Komisioner KPU Hasyim Asyari juga berharap seluruh pasangan calon dan tim sukses ikut mengawal Pilkada secara demokratis, damai, aman dan sesuai peraturan perundang-undangan.

Hasyim memberi contoh tidak ada lagi kampanye selama masa tenang pada H-3 hingga hari pencoblosan.

“Kita berharap semua peserta Pilkada memegang komitmen itu, termasuk di media sosial, semua media, semua acara, semua bentuk kampanye Pilkada,” kata dia.

Kemudian, siapa pun peserta Pilkada kemungkinannya hanya dua, menang atau kalah. Mereka harus siap menerima apapun hasilnya.

“Jadi mau tidak mau, ya nanti akan dinyatakan sebagai pemenang dalam pilkada ataupun dinyatakan kalah harus siap, ini semua kan pilihan dari rakyat,” ucap dia.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin mengingatkan bahwa pilkada adalah hajatan semua pihak.

Pilkada berkualitas tidak hanya bergantung kepada penyelenggara pemilu.

“Penting bagaimana kita, pemilih, peserta Pilkada, partai politik sama-sama menjaga proses Pilkada berkualitas dengan cara sama-sama taat aturan, tidak melakukan kecurangan. Kalau ini bersinergi antara penyelenggara, peserta, pemilih insya Allah pilkada kita akan sangat baik,” ucap dia.

Dalam masa tenang ini, Afifuddin berharap semua pihak bisa menahan diri, terutama di media sosial. Jangan ada kampanye negatif, kampanye hitam, ujaran kebencian, dan tindakan negatif lainnya hingga hari pencoblosan.

Untuk peserta yang tidak puas atas kekalahan nantinya, Bawaslu berharap, mereka menempuh jalur hukum dengan mengajukan sengketa hasil pilkada ke Mahkamah Konstitusi.

“Harus siap kalah dan menang,” tutupnya. (Ut)