Connect with us

Nasional

BNN : Penyalahgunaan Konsumsi Obat Batuk Sachet Oleh Anak di Bawah Umur Untuk ‘Ngefly’

Published

on

. Menurutnya kebanyakan kasus penyalahgunaan obat batuk itu terjadi di daerah-daerah kawasan Indonesia bagian Timur (detikcom)

Geosiar.com, Jakarta – Maraknya penyalahgunaan obat batuk sachet terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Hal ini telah diselidiki oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Obat batuk sachet itu kerap disalahgunakan anak-anak untuk ngefly.

“Komik kan dia ada rasa yang membuat kayak melayang seperti orang mabuk, itu aja. Tapi harus lebih dari 5 sachet,” ucap Deputi Rehabilitasi BNN Diah Setia Utami di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (26/6/2018).

Diah mengatakan, kasus tersebut saat ini sudah banyak ditemukan. Menurutnya kebanyakan kasus penyalahgunaan obat batuk itu terjadi di daerah-daerah kawasan Indonesia bagian Timur.

“Sudah banyak temuan khususnya di daerah-daerah. Biasanya mereka ini nggak lapor karena itu kan belum masuk dalam undang-undang, tapi kasus itu yang datang layanan itu banyak,” jelasnya.

Diah menduga penyalahgunaan obat batuk sachet ini karena harganya yang murah dibanding narkotika jenis sabu dan ekstasi. Untuk itu, BNN terus berkoordinasi dengan BPOM dan Kementerian Kesehatan terkait temuan ini.

“Belum ada (rencana tarik produk, red) dari BPOM karena dilihat masih pada areal tertentu mungkin kalau sudah nasional, baru. Sekarang hanya di wilayah tertentu khususnya di Indonesia Timur, Makassar, Manado itu banyak,” tambahnya.

Disamping itu, pihak BNN juga meminta kepada orang tua untuk selalu mengawasi ketika anak hendak membeli obat sendiri. Pengawasan dan pengawalan serta kekritisan dari orang tua juga dibutuhkan untuk anak-anak. (Ut)