Connect with us

Nasional

Kapolri: 3 Pejabat Ditetapkan Jadi Tersangka Tenggelamnya KM Sinar Bangun

Published

on

Proses pencarian korban hilang dari KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba. (tribunnews.com)

Geosiar.com, Jakarta – Tiga orang pejabat ditetapkan polisi sebagai tersangka dalam kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara. Mereka telah dianggap lalai dalam melaksanakan tugas.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyampaikan, ketiga tersangka tersebut masing-masing menjabat sebagai Regulator, Kepala pos, dan Kepala Bidang Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Pelabuhan Simanindo Samosir, Sumatera Utara.

“Di samping nakhoda berinisial PSS, Polda Sumut juga menetapkan 3 tersangka yakni, KS sebagai regulator di Pelabuhan Simanindo Samosir, GP Kepala Pos Pelabuhan Simanindo Samosir, dan RS Kabid ASDP Samosir,” ujar Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (25/6/2018).

Para tersangka, ucap Tito, diduga melanggar Pasal 302 dan Pasal 303 Undang-undang tentang Pelayaran.

“Mereka dianggap bertanggung jawab melakukan pemeriksaan kelengkapan tapi tidak terlaksana,” ucapnya.

Polri menegaskan, penyidikan tidak berhenti hanya kepada nakhoda atau pemilik KM Sinar Bangun, tapi juga sistem. Tindakan ini dilakukan untuk memberikan efek deteren dan pembelajaran kepada semua pihak yang bertanggung jawab agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

“Sehingga kalau masyarakat naik kapal standar keselamatannya terjamin,” tegas Tito.