Connect with us

Sumut

Pencarian Korban KM yang Hilang Melalui Ritual Pangelekan

Published

on

(radarsukabumi.com)

Geosiar.com, Danau Toba – Acara adat ritual Pangelekan menggunakan “Gondang Batak” digelar di perairan Danau Toba demi mencari penumpanh yang hilang akibat kejadian tenggelamnya KM Sinar Bangun di Tiga Ras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Acara adat ini disaksikan ratusan keluarga korban yang hilang dan juga pengunjung yang ingin melihat acara ini. Mereka tampak serius mengikui acara adat “Gondang Batak” ini.

Ritual itu dilakukan agar jasad para korban mudah ditemukan. Ritual itu dibuka oleh petuah adat dari atas kapal. Beberapa lembar daun sirih, telur, gajut (tempat sirih) dan tandok tempat beras, jadi sesaji dalam ritual itu. Seorang wanita yang didapuk menjadi petuah adat tampak merapal doa-doa. Kemudian gondang dimainkan.

Selain itu, juga tampak hadir paranormal atau biasa dikenal dengan sebutan sebagai “orang pintar” yang akan memberikan doa di lokasi tenggelamnya kapal kayu tersebut.

Orang pintar tersebut, juga memberikan sesajen berupa beras, telur, dan perlengkapan lainnya di tempat karamnya kapal kayu di perairan Danau Toba.

Acara ini yang saklar ini diharapkan agar para penumpang KM Sinar bangun yang hilang segera ditemukan.
Dilansir Liputan6, kini tercatat 19 orang penumpang KM Sinar Bangun ditemukan selamat dan tiga orang meninggal dunia, yakni Tri Suci Wulandari, Aceh Tamiang, Fahrianti (47) warga Jalan Bendahara Kelurahan Pujidadi Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai, dan Indah Yunita Saragih (22) warga P. Sidamanik.