Connect with us

Nasional

Kemenprin : Momen Pilkada Berdampak Positif Terhadap Produksi Manufaktur

Published

on

Program Hilirisasi Industri yang Konsisten Berikan Efek Berantai Terhadap Perekonomian Nasional (@Kemenperin_RI)

Geosiar.com, Jakarta — Kementrian Industri Manufaktur, Airlangga Hartarto Kejar Produksi Setelah Libur Lebaran. Industri manufaktur diyakini akan meningkatkan kembali produktivitasnya setelah masa libur panjang Lebaran tahun ini. Lonjakan kinerja tersebut bakal mengerek pertumbuhan positif pada kuartal III/2018 atau lebih tinggi  dibanding periode sebelumnya

Ia meyakini adanya momentum pemilihan kepala daerah (pilkada) yang  berlangsung tahun ini di berbagai wilayah di Indonesia, berdampak  positif terhadap produksi sejumlah industri manufaktur

Beberapa sektor manufaktur yang berpeluang tumbuh gemilang karena mendulang permintaan domestik yang tinggi selama bulan Ramadan dan pilkada tersebut, antara lain industri mamin, industri tekstil dan produk tekstil, serta industri alas kaki serta industri printing jg akan meningkat

Berdasarkan data BPS, pada kuartal I tahun 2018, industri manufaktur nasional skala besar dan sedang di dalam negeri mengalami peningkatan produksi sebesar  0,88 %, lebih tinggi dibanding kuartal IV/2017 (quarter to quarter/q-to-q) dan tumbuh 5,01 % dari kuartal I-2017 (yoy)

Selanjutnya, industri pengolahan non-migas tumbuh sebesar 5,03 % di  kuartal I/2018, meningkat dibanding periode yang sama tahun 2017 sekitar 4,80 %. Sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah industri mesin dan perlengkapan sebesar 14,98 %

Kinerja cemerlang juga diikuti industri makanan dan minuman yang menempati angka pertumbuhan hingga 12,70 %, kemudian industri logam dasar 9,94 %, industri tekstil dan pakaian jadi 7,53 %, serta industri alat angkutan 6,33 %

Berdasarkan indeks manajer pembelian (purchasing manager index/PMI)  Indonesia yang dirilis oleh Nikkei dan Markit, pergerakan industri manufaktur nasional semakin ekspansif lantaran didorong permintaan baru yang mengalami pertumbuhan paling cepat sejak Juli 2018

Di  samping itu, produksi manufaktur dalam negeri terus menunjukkan kenaikan selama empat bulan terakhir dan menjadi periode perluasan usaha yang terpanjang sejak lima tahun silam

Capaian ini terlihat dari PMI  Indonesia pada Mei 2018 yang menyentuh di level tertinggi dalam 23  bulan, yakni sebesar 51,7 atau naik dari bulan sebelumnya 51,6

Airlangga tegaskan, selama ini pihaknya fokus jalankan program hilirisasi industri yang konsisten berikan efek berantai terhadap perekonomian nasional. Dampak positif itu antara lain peningkatan pada nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan naker lokal, & penerimaan devisa dari ekspor. (Ut)