Connect with us

Nasional

Banjir Bandang di Banyuwangi, Ratusan Rumah Rusak

Published

on

Ratusan Rumah Rusak Diterjang Banjir Bandang Banyuwangi (cnnindonesia.com)

Geosiar.com, Jakarta – Melalui akun twitternya @Sutopo_PN, Banjir bandang landa wilayah Banyuwangi akibat hujan deras di Gunung Raung. Jalur antar kabupaten yang menghubungkan Jember-Banyuwangi via Singojuruh, terputus. Banjir juga merendam permukiman warga.

Ratusan rumah di Kecamatan Singorujuh dan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, rusak diterjang banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Banjir bandang terjadi karena hujan ekstrem di kawasan Gunung Raung.

“Banjir bandang di Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi menyebabkan satu orang hilang, penanganan darurat masih dilakukan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui akun, Jumat (22/6).

Kata Sutopo, banjir bandang di wilayah Banyuwangi juga mengakibatkan jalur antar kabupaten yang menghubungkan Jember-Banyuwangi via Singojuruh, terputus.

“Banjir bandang setinggi 1,5 meter terjang permukiman,” katanya.

Banjir bandang di Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi menyebabkan 1 orang hilang, ratusan rumah rusak dan kerugian lain. Penanganan darurat masih dilakukan. Banjir bandang disebabkan hujan ekstrem di kawasan Gunung Raung.

Saat ini, Tim Tanggap Bencana (Tagana) dan aparat lain masih membantu penanganan darurat di lokasi banjir.

“Pendataan masih dilakukan,” katanya.

Sementara, Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Eka Muharam merinci sebanyak 11 rumah roboh akibat banjir itu.

Kata dia, ketinggian lumpur yang menerjang rumah warga setinggi satu meter, serta sejumlah infrastruktur seperti jembatan rusak berat di dua kecamatan.

“Kami masih terus melakukan pendataan terhadap kerusakan yang disebabkan banjir bandang tersebut,” kata Eka.

Sementara ini, kata dia, tercatat sebanyak 300 kepala keluarga yang terdampak banjir.

BPBD telah memprediksi banjir bandang tersebut karena tingginya curah hujan, sehingga berbagai antisipasi untuk meminimalisir korban dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat sudah dilakukan.

Sementara Camat Songgon Wagianto mengatakan banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Songgon merupakan kedua kalinya dan banjir bandang yang pertama kali terjadi pada 15 Mei 2018.

“Banjir bandang yang menerjang Jumat pagi tadi lebih besar hingga menyebabkan infrastruktur jembatan yang menghubungkan dua desa rusak berat dan saluran irigasi juga rusak,” katanya. (Ut)