Connect with us

Kesehatan

Jangan Sepelekan! Tandai Jenis Penyakit Ini Jika Anda Batuk Mengeluarkan Dahak Berdarah

Published

on

Batuk berdahak tidak boleh disepelekan (msn.com)

Geosiar.com, Kesehatan — Pada umumnya, Batuk umum yang biasa terjadi di Masyarakat umum mudah diobati. tapi apa jadinya jika Anda Batuk Mengeluarkan Dahak Berdarah. Ini menandakan adanya gangguan kesehatan yang lain yang lebih serius dan perlu ditangani segera oleh dokter.

Berikut penjelasan batuk berdahak disertai darah disebabkan oleh penyakit yang menyerang sistem pernapasan. Apa saja itu?

1.Tuberkulosis

Tuberkulosis atau TBC/TB adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. TBC membutuhkan pengobatan dalam jangka waktu panjang. TBC yang tidak terobati dengan baik bisa menyebabkan komplikasi yang menurunkan fungsi paru, ditandai dengan batuk yang mengeluarkan dahak berdarah.

Selain batuk berdahak dengan darah, gejala TBC meliputi:

  • Batuk lebih dari tiga minggu.
  • Demam.
  • Berkeringat di malam hari.
  • Badan terasa lemah.
  • Berat badan menurun drastis akibat nafsu makan yang menurun.

2. Emboli paru

Emboli paru terjadi ketika ada gumpalan darah yang menyumbat salah satu pembuluh darah dalam paru. Gumpalan darah tersebut biasanya terbentuk di dalam pembuluh darah pada bagian tubuh lain, umumnya kaki atau betis, yang kemudian terlepas dan berjalan balik ke atas menuju paru.

Beberapa gejala umum yang menandai emboli paru selain dahak berdarah yaitu:

  • Sesak napas, biasanya muncul tiba-tiba.
  • Sakit dada yang memburuk saat Anda mencoba menarik napas dalam-dalam, batuk, makan, atau membungkuk.
  • Nyeri kaki atau bengkak yang biasanya terjadi di betis.
  • Demam.
  • Keringat berlebih.
  • Detak jantung cepat dan tidak teratur.
  • Kepala terasa ringan atau pusing.
  • Gumpalan darah yang menyumbat pembuluh paru bisa menghalangi aliran udara, sehingga membahayakan nyawa.

3.Kanker paru

Kebanyakan, jika tidak semua, kasus kanker paru disebabkan oleh rokok. Tidak hanya orang yang aktif merokok, orang-orang yang sering menghirup asap rokok tapi tidak pernah merokok pun juga sama berisikonya terhadap penyakit ini. Kanker paru umumnya menyerang orang-orang yang berusia di atas 40 tahun.

Sama seperti kanker lainnya, gejala kanker paru awalnya tidak terlihat kentara. Gejala baru akan muncul saat kanker sudah menyebar dan menginjak stadium lanjut.

Berbagai tanda dan gejala kanker paru seperti:

  • Batuk yang tidak kunjung hilang
  • Batuk berdarah
  • Sesak napas
  • Sakit dada
  • Suara serak
  • Tulang terasa sakit
  • Sakit kepala

4.Bronkiektasis

Bronkiektasis adalah gangguan pernapasan kronis yang diakibatkan oleh infeksi pada bronkus. Peradangan bronkus menyebabkan dinding bronkus menebal tidak normal sehingga paru-paru kesulitan untuk membersihkan lendir. Lendir yang berlebih ini pada akhirnya bisa menyebabkan infeksi yang bisa menyebabkan hilangnya fungsi paru-paru secara bertahap.

Orang yang mengidap bronkiektasis akan mengalami batuk berdahak yang tidak kunjung sembuh dengan jumlah dahak terlampau banyak. Jika infeksi makin memburuk, dahal kama-lama bisa mengandung darah. Penyakit ini bersifat permanen yang bisa kambuh sewaktu-waktu.

5. Bronkitis akut

Bronkitis akut bisa menjadi salah satu penyebab dahak berdarah. Bronkitis disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus sehingga membuat saluran udara meradang.

Penyakit ini biasanya terjadi tiga hingga empat hari setelah pilek atau flu yang tidak sembuh-sembuh, ditandai dengan batuk kering. Meski jarang, batuk-batuk akibat bronkitis akut bisa berujung pada batuk berdahak sampai mengeluarkan darah. Umumnya orang terkena bronkitis akut selama 2 hingga 3 minggu.

Darah pada dahak berasal dari pecahnya pembuluh darah di sekitar bronkus (cabang batang tenggorokan) akibat peradangan.

Berbagai gejala lain yang menyertai bronkitis akut yaitu:

  • Batuk.
  • Kelelahan.
  • Sesak napas.
  • Demam ringan dan menggigil.
  • Dada terasa sakit.

Untuk mencegah berbagai penyakit yang bisa menyebabkan dahak berdarah, mulai sekarang cobalah untuk menerapkan gaya hidup sehat. Mengonsumsi makanan sehat dan kaya gizi, menghindari paparan asap rokok dan zat kimia berbahaya lainnya, serta berolahraga secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan paru dan sistem pernapasan Anda. (Ut)