Connect with us

Nasional

Prabowo : Indonesia Dalam Kondisi Kritis, Tentukan Presiden dengan Uang.

Published

on

Sekarang saat-saat yang kritis, ada kekuatan-kekuatan yang punya uang merasa bisa menentukan siapa yang akan jadi bupati, wali kota, gubernur, bahkan presiden Republik Indonesia yang akan datang (news.detik.com)

Geosiar.com, Jakarta — Ketua Umum Partai Gerindra , Prabowo Subianto menilai Indonesia sedang dalam kondisi yang kritis. Beliau melihat pihak yang punya uang merasa bisa mengatur dinamika politik.

“Sekarang saat-saat yang kritis, ada kekuatan-kekuatan yang punya uang merasa bisa menentukan siapa yang akan jadi bupati, wali kota, gubernur, bahkan presiden Republik Indonesia yang akan datang,” kata Prabowo di video yang diunggah di akun Facebbok @PrabowoSubianto, Selasa (19/6/2018) sekitar pukul 19.30 WIB.

Mantan perwira TNI Angkatan Darat juga mengatakan kedaulatan Indonesia terancam oleh kaum yang punya duit. Kekayaan bangsa Indonesia dikuasai oleh yang punya duit, Korupsi merajalela.

Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negera Republik Indonesia Tahun 1945 diabaikan, padahal di situ diatur soal penguasaan sumber daya alam oleh negara demi sebesar-besar kemakmuran rakyat.

“Mungkin tinggal kita yang masih bicara tentang Pasal 33, mungkin kita yang masih bicara tentang keadilan sosial, mungkin kita sekarang yang masih membela rakyat kecil, kaum-kaum yang tertindas, kaum yang lemah. Saudara-saudara sekalian, karena itu saya bicara,” kata Prabowo.

Ia berbicara kepada para kader dan simpatisan Partai Gerindra. Dia ingin agar para kader dan simpatisan merapatkan barisan sehingga tidak kalah oleh kekuatan lain yang punya duit.

Prabowo mengaku tidak punya media massa yang bisa mendukung partainya, namun dia percaya keteguhan bakal membuahkan hasil, sebagaimana survei-survei yang dia klaim menunjukkan hasil yang menggembirakan untuk Gerindra.

“Kalau dibandingkan kekuatan-kekuatan lain di negara kita mungkin bisa dikatakan kita kalah di banyak bidang, kalah jumlah uang. Kita tidak punya koran, kita tidak punya televisi. Ya sekarang baru kita mulai televisi kita sendiri dengan sumber-sumber yang terbatas. Tapi ternyata dalam survei-survei, dalam evaluasi-evaluasi kita sendiri dan kelompok-kelompok independen, ternyata Gerindra terus meningkat di hadapan rakyat Indonesia,” tuturnya. (Ut)