Connect with us

Nasional

Hinca Pandjaitan : “Parapat Pas Dijadikan Night Market”

Published

on

Parapat, Geosiar.com – Upaya mendukung peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dan kesejahteraan masyarakat, daerah Parapat digagasi untuk dijadikan night market (pasar malam) 24 jam. Sehingga, para wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba akan lebih betah bahkan pertumbuhan ekonomi semakin meningkat.

Gagasan itu disampaikan anggota Komisi III DPR RI DR Hinca IP Pandjaitan XIII SH MH ACCS saat rembug bangsa reses perseorangan di Parapat, Kec Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Sabtu lalu (16/6/2018). Reses dilaksanakan saat kota Parapat tumpah ruah dipadati turis yang dihadiri para tokoh masyarakat dan unsur Uspika Sipanganbolon.

Menurut Hinca, Parapat sebagai pintu masuk dan persinggahan wisatawan untuk menikmati keindahan kawasan Danau Toba patut dikelola lebih baik dari yang sekarang. Perbaikan fasilitas sarana dan prasarana harus di lebih baik. Maka, kota Parapat pantas dijadikan Night Market sebagai pusat seni, sanggar tari dan pagelaran budaya setiap selama 24 jam.

Untuk saat ini saja, kata Hinca yang juga Sekjen DPP Partai Demokrat itu, kota Parapat tampak over kapasitas, macet bahkan tampak kumuh dibeberapa sudut. Hal itu dikarenakan belum dikelola lebih maksimal.

Pada hal kata Hinca yang dikenal pegiat budaya itu, melihat potensi wisata yang cukup banyak, kunjungan wisatawan sangat dimungkinkan untuk lebih besar. Sehingga dengan memaksimalkan potensi wisata akan mendukung edukasi geopark kaldera toba menuju wisata dunia.

Dikatakan, dengan lebih memperkenalkan budaya dan penguatan kearifan lokal yang ada di Toba dinilai memiliki nilai jual mengundang minat wisatawan. Seperti, ritual di Danau Toba, situs rumah hela di Pusuk Buhit, ritual Doa di huta Simullop, sanggar di dolok Sipiak, situs pohon beringin di Tigaraja dan keindahan alam Haranggaol, Merek, Tongging, Pulau Tulas serta keindahan alam lainnya.

“Kita berharap, pemerintah mulai tingkat Lurah hingga ke pusat harus peduli dan fokus mengelola kota Parapat menjadi pasar malam. Sehingga perekonomian masyarakat akan lebih membaik,” tutur Hinca seraya menyebut peran Polsek setempat untuk menjamin keamanan harus kuat.

Sebelumnya, komunitas penggiat budaya dan koordinator sanggar dolok Sipiak Corry P Pandjaitan menyampaikan permasalahan kota Parapat saat ini dibidang infrastruktur. Seperti, buruknya penataan objek wisata sekitar Pantai Marihat sehingga tamu yang berkunjung tidak nyaman. Juga penataan pasar Tigaraja yang pembangunan terbengkalai dan kualitas proyek buruk.

Selain itu, masalah penyediaan air bersih, pada hari libur pasokan air bersih macet ke rumah warga. Juga masalah sampah dan limbah rumah tangga sering dikeluhkan warga dan pelayanan kesehatan.

Persoalan yang paling mendasar kata Corry, kemacetan jalan raya di Parapat pada hari hari libur. Juga persoalan parkir yang belum tertata sangat menggangu kenyamanan, bahkan pemanfaatan terminal Parapat tidak maksimal. Menurut Corry masih banyak lagi yang perlu ditata untuk perbaikan mendukung Geopark kaldera toba. (lamru)