Connect with us

Nasional

Siapa Capres Demokrat 2019,,? SBY : Jika Tuhan Berkehendak…..!

Published

on

Medan, Geosiar.com – Tenggat waktu 10 bulan menjelang pesta demokrasi pemilihan Presiden (Pilpres) RI pada April 2019 tidak lah lama lagi. Apalagi penetapan pasangan calon Presiden (Capres) dan wakil Presiden (Wapres) RI diperkirakan pada Agustus 2018 sudah final.

Untuk saat ini, sudah ada beberapa Partai yang membentuk koalisi, seperti koalisi keumatan dan lainnya. Bahkan, sudah ada partai yang memunculkan nama capres, sebut saja Joko Widodo dan Prabowo.

Lalu bagaimana dengan Partai Demokrat..? Apakah partai pemenang Pemilu 2009 lalu yang dipimpinan Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhonono (SBY) itu menjadi partai pelengkap..? Tentu tidak, aura Partai Demokrat selaku Partai nasionalis, religius dan pluralisme itu dinilai akan menjadi partai penyeimbang. Sebab, pada dasarnya partai berlambang mercy itu akan mengutamakan ekonomi rakyat.

Dalam pidato Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Medan baru baru ini, secara esklusip berhasil ditangkap wartawan Geosiar.com menyebut, untuk koalisi, partai Demokrat memiliki banyak pertimbangan. Bagi Demokrat bisa mengusung dan mendukung siapa saja asalkan koalisi itu bersifat kekeluargaan. Tentu Demokrat tidak berkenan koalisi jika dalam koalisi itu ada salah satu partai yang memusuhi Demokrat.

“Jika itu yang akan terjadi tentu terlebih dahulu kita beresin dulu. Karena kita berkoalisi niatnya baik, indah dan bersaudara,” sebut SBY.

Dikatakan SBY, jika harus koalisi terlebih dahulu memastikan kebijakan dan programnya seperti apa. Jika program itu bertentangan dengan yang diinginkan Demokrat, tentu akan pikir pikir dulu.

Sebab, tambah SBY, Demokrat sudah jelas missi untuk membangun ekonomi dan mengutamakan rakyat. Ekonomi penting tapi juga menghormati demokrasi dan kebebasan.

“Demokrat menghormati pluralisme kebhinekaan. Kita tidak mau benturan dengan agama, benturan dengan etnis. Politik dijadikan perang. Kita hidup ingin baik bersaudara. Sebagai bukti, Partai Demokrat Ketum Islam dan Sekjen nya Katolik,” ujar SBY.

Dalam pidatonya, SBY juga menyinggung soal capres yang muncul saat ini. Yakni Jokowi pasangan dengan siapa, Prabowo pasangannya siapa. “Tapi kalau Tuhan berkehendak, bisa muncul nama yang lain. Manusia berencana tapi Tuhan lah yang menentukan. Semoga Tuhan memberikan pilihan yang benar, jalan yang benar, sehingga perjuangan kita berhasil,” harap SBY. (lamru)