Connect with us

Daerah

Gunakan Plastik dari Singkong, Transmart Banjarmasin Dukung Program Ramah Lingkungan

Published

on

Kantong plastik berbahan dasar tepung singkong. (tribunnews.com)

Geosiar.com, Banjarmasin – Program ramah lingkungan kepada konsumen lewat pemakaian kantong plastik berbahan dasar tepung singkong mulai dikampanyekan oleh ritel modern Transmart Carrefour. Satria Hamid, menurut Corporate Communication GM Transmart Carefour, mengatakan kantong kresek ramah lingkungan ini punya masa lebur dua bulan dan menjadi pupuk setelah berbaur dengan tanah.

Satria mengklaim, dari 112 gerai Transmart se-Indonesia, baru Transmart Banjarmasin yang mengawali pemakaian kantong plastik berbahan baku singkong. Namun, ia mengakui biaya produksi kresek ramah lingkungan ini lebih mahal 400 persen ketimbang plastik reguler berbahan oxium yang punya masa lebur sampai 2 tahun.

Di samping itu, Satria berkata gerai Transamart ke-112 di Banjarmasin juga menyediakan bakul purun (kerajinan tas dari purun) dan green bag reusable dengan harga kisaran Rp 3.900-11.900 per item. Bahkan, ia siap memasarkan bakul purun sebagai produk khas Kalsel ke semua jaringan gerai Transamart se-Indonesia.

“Kami telah menjadi pelopor untuk ritel di Banjarmasin dalam penggunaan kantong plastik ramah lingkungan sebagai plastik barang belanjaan konsumen, untuk kantong plastik gratis,” kata Satria Hamid selepas grand opening gerai Transmart ke-112 di Duta Mall, Kota Banjarmasin, Jumat (8/6/2018).

Ia menjelaskan Transmart turut menjual produk UMKM asli Kota Banjarmasin dan Kalimantan Selatan. Selain itu, Satria menuturkan gerai Transamart Banjarmasin menyerap 90 persen tenaga kerja lokal dari 700-an pekerja di gerai tersebut. Mereka bekerja Transmart, Trans Studio Mini, Index Living Mall, dan tenant lain di gerai empat lantai Transamart Banjarmasin. Kata dia, melalui cara ini Transmart berupaya menjadi tulang punggung perekonomian daerah karena menciptakan lapangan kerja.

Satria mengunci mulut saat disinggung investasi ekspansi Transmart di tengah bergugurnya kompetitor jaringan ritel modern lainnya.

“Saya enggak bisa sebutkan, nilainya memang besar,” ujar dia.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, menyampaikan pembukaan gerai Transmart sempat menuai tarik ulur karena ada perbedaan penggunaan kantong plastik. Menurut Ibnu, Pemkot Banjarmasin sudah berkomitmen melarang penggunaan kantong plastik di semua ritel modern. Sebagai gantinya, ia meminta pengelola ritel modern menyiapkan bakul purun yang dibuat dari anyaman tumbuhan purun.

Ia berharap ritel modern yang belum memakai kantong ramah lingkungan, segera beralih memanfaatkan produk ramah lingkungan.

“Akhirnya ada jalan tengahnya memakai kantong plastik berbahan singkong. Kami ingin Transamart turut mendukung upaya pelestarian lingkungan dengan menekan penggunaan kantong plastik,” kata Ibnu Sina.

Pembukaan gerai Transamart ke-112 turut dihadiri oleh Chairman CT Corps, Chairul Tanjung; CEO Trans Ritel Indonesia, Shafie Shamsuddin; Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai; bos Duta Mall, Aseng; dan calon konsumen. Tapi, Chairul Tanjung mengunci mulut ketika ditanya soal investasi Transmart di Banjarmasin. (yl)