Connect with us

Nasional

Bareskrim Mabes Polri Bongkar Bisnis Prostitusi Online Lendir.org

Published

on

onferensi pers pengungkapan kasus prostitusi online yang melibatkan pelaku di situs Lendir.com, Jumat (8/6/2018). (tribun.news)

Geosiar.com, Jakarta – Jaringan prostitusi online dari situs www.lendir.org, yang menyediakan PSK di bawah umur kembali diungkap oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Dua orang pelaku ditangkap dalam kasus tersebut.

“Terdapat dua pelaku yang ditangkap polisi dalam dalam pengungkapan ini. Keduanya adalah NMH (34) dan EDL (29),” kata Kasubdit 1 Dittipid Siber Bareskrim Polri Kombes Dani Kustoni di kantor Bareskrim, Cideng, Jakarta Pusat, Jumat (8/6/2018).

Penangkapan keduanya, kata Dani, dilakukan di dua lokasi yang berbeda.

“NMH ditangkap di Jember pada 27 Mei, sementara EDL ditangkap di Jakarta pada 30 Mei,” katanya.

Keduanya memiliki peranan yang berbeda dalam menjalankan bisnis prostitusi online tersebut. NMH berperan sebagai admin yang membuat situs, sementara EDL adalah salah seorang mucikari yang menjadi anggota dalam forum yang tersedia di situs www.lendir.org yang sudah ada sejak tahun 2012 itu.

“Dari patroli siber kita temukan situs yang menyediakan konten porno, cerita porno, gambar-gambar termasuk forum dengan 150 ribu anggota dan beberapa link-link muncikari yang menawarkan jasa termasuk anak di bawah umur,” ujar Dani.

“Keuntungan yang diperoleh NMH adalah Rp 108 juta per 3 bulan. Sementara untuk EDL keuntungan yang diperoleh adalah Rp 116 juta per 3 bulan,” jelas Dani.

Polisi menyita tiga unit laptop, satu unit router, tujuh buku tabungan dari berbagai bank, tiga unit hard disk eksternal, uang tunai Rp 2,1 juta, beberapa bukti transfer dan dua stel seragam SMA Dari tangan kedua pelaku.

“Kami juga mengamankan lima orang korban (PSK) yaitu AR alias Abay, AN alias Ica, WKA alias Caren, EA alias Yoan dan AU alias Hera, saat penangkapan pelaku EDL. Kelimanya beralamat di Bandung dan berusia 18 tahun, tapi di situs tersebut disebutkan umur kelimanya 16 tahun,” tutur Dani. Para penyedia jasa seks ini rata-rata berprofesi sebagai SPG.(yl)