Connect with us

Daerah

Resmikan Pasar Murah Partai Demokrat, SBY Ingatkan Soal Saling Berbagi

Published

on

Susilo Bambang Yudohyono mengingatkan soal saling berbagi (detik.com)

Geosiar.com, Jakarta – Meresmikan Gerakan Pasar Murah Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudohyono mengingatkan soal saling berbagi.

Peresmian tersebut digelar di kantor DPP Demokrat, Jl Proklamasi nomor 41, Menteng, Jakarta Pusat. Hadir di lokasi istri SBY, Ani Yudhoyono, Ketua F-PD DPR Edhie Baskoro (Ibas) Yudhoyono, serta Ketua Panitia Gerakan Pasar Murah Melani Suharli.

“Hidup ini dinasihatkan untuk berbagi, berbagi kasih sayang, berbagi rezeki dan berbagi ilmu. Islam dan saya kira agama manapun mengajarkan agar yang kuat membantu yang lemah. Yang mampu membantu yang kurang mampu. Yang maju menolong yang belum maju. Itu lah hakikat keadilan. Islam saya yakin, agama mana pun mencintai keadilan, mencintai kemanusiaan,” tuturnya.

Ia mengingatkan agar masyarakat yang mampu dapat berbagi kepada yang kekurangan. Menurut SBY, jangan sampai ada orang yang makmur sendiri.

“Jangan hanya makmur sendiri, mari makmur bersama-sama. Jangan hanya sejahtera sendiri. Mari sejahtera bersama-sama, itu namanya adil. Oleh karena itu Partai Demokrat saya ajak untuk selalu bekerja keras demi rakyat kita dengan semboyan yang penting negaranya adil, betul itu bapa dan ibu?” ujar Presiden RI ke-6 itu.

SBY menyebut pasar murah Demokrat digelar berdasarkan patungan para kader. Ia memastikan pembuatan pasar murah ini tidak menggunakan uang negara.

“Tentu dibiayai para kader, kenclengan. Ikhlas suka rela, bukan uang negara. Saya bangga para kader telah berbagi rezeki dengan saudaranya yang memang kita cintai bersama, terus lah menjadi bagian kita. Ikhlas ada pemilu atau tidak mari kita lanjutkan gerakan ini,” tuturnya.

Sementara itu, Melani menyebut sembako murah tersebut per kantong dijual Rp 25.000. Padahal harga aslinya senilai Rp 80.000 per kantong.

“Di pasar murah ini ada 10 booth. Satu boothnya diisi masing-masing paket sembako umumnya dijual dengan harga Rp 80 ribu, tapi dengan kerja keras panitia dijual ke masyarakat dengan harga Rp 25 ribu,” tandas Melani. (Oz)