Connect with us

Daerah

Investor India Bangun Pabrik Minyak Goreng Senilai Rp 874 M di Bengkulu

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Bengkulu – Sudevam Grup, Investor asal India diketahui akan menamankan investasi di Bengkulu, untuk pembangunan pabrik minyak goreng senilai US$ 60 juta yang setara dengan Rp 874 miliar.

Plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menyampaikan, pabrik minyak goreng tersebut akan dibangun di Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK), pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu. Mereka tertarik karena bahan bakunya cukup banyak. Seperti yang diketahui, produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Bengkulu, rata-rata setiap tahun di atas 2 juta ton.

“Persoalan bahan baku tidak masalah karena tersedia cukup banyak. Kita menyambut baik rencana investasi pengusaha India di Bengkulu,” ujarnya di Bengkulu, Rabu (6/6/2018).

Dia menyampaikan, pabrik minyak goreng itu akan menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar. Selain itu, produksi CPO akan bernilai tambah karena diolah menjadi barang jadi.

Jutaan ton CPO Bengkulu dijual ke luar melalui pelabuhan Teluk Bayur dan pelabuhan Palembang. Namun setelah ada pabrik minyak goreng, sebagian diolah menjadi minyak goreng dan turunan lainnya di Bengkulu.

Demi menjaga keberlanjutkan pasokan ke pabrik minyak goreng, Plt Gubernur Bengkulu meminta dinas terkait untuk melakukan sosialisasi pentingnya peremajaan kelapa sawit warga yang sudah berusia tua.

“Prospek ekonomi di Bengkulu akan maju. Salah satunya di sektor perkebunan. Untuk itu, diperlukan replanting tanaman sawit agar Bengkulu menjadi destinasi investor,” ujar mantan Wakil Bupati Bengkulu Selatan ini.

Sebelumnya Presiden Direktur PT Sudevam Grup, Mr Lalit Kumar Ritital mengatakan, Bengkulu memiliki potensi bahan baku minyak sawit mentah (CPO) cukup besar, sehingga layak untuk dibangun pabrik minyak goreng.

Di samping itu, lahan pelabuhan milik PT Pelindo II Cabang Bengkulu sangat menjanjikan, sehingga pabrik minyak goreng memungkinkan dibangun di sekitar pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu.

Kumar melanjutkan, pihaknya membutuhkan lahan sekitar 50 hektare untuk merealisasikan invesatasi tersebut. Pabrik ini dapat mempekerjakan masyarakat setempat sebanyak 400 orang. “Jika Pemprov Bengkulu, siap memberikan izin, kami secepatnya merealisasikan rencana invesatasi dengan melakukan peletakkan batu pertama,” ungkapnya. (yl)