Connect with us

Nasional

Beasiswa dari Industri Rokok, Penerimanya Enggan Kritik

Published

on

Ilustrasi formulir beasiswa.

Geosiar.com, Jakarta – Seperti yang diketahui, rokok tidak hanya produk yang memiliki branding yang kuat, namun juga memiliki pengaruh di bidang pendidikan.Banyak beasiswa pendidikan yang didanai oleh industri rokok. Tapi, hal tersebut ternyata ditentang oleh organisasi Yayasan Jantung Indonesia.

“Sponsor rokok itu sudah tidak boleh. Di negara manapun, ” ujar Ketua III Yayasan Jantung Indonesia dan Ketua Harian Komnas Pengendalian Tembakau, Laksmiati A. Hanafiah.

Perempuan yang akrab disapa Mia ini mengatakan, perusahaan memang memiliki Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan. Namun menurut Mia, seharusnya tidak semua industri memiliki tanggung jawab tersebut.

“CSR itu sebetulnya tidak bisa dari industri yang merusak lingkungan dan kesehatan. Harusnya tidak boleh. Tapi di sini bisa dilakukan,” tambah Mia di Heart House, Jakarta Barat, pada Selasa (5/6/2018).

“Itu diterima karena dianggap gampang. Paling mudah kan dapat sponsor dari industri rokok. Itu satu-satunya jalan adalah demikian,” kata Mia.

Di samping itu, Mia menggangap terkadang bentuk sponsor semacam itu membelenggu seseorang di bidang pendidikan.

“Kalau kita diberi beasiswa oleh industri rokok sampai selesai (sekolah), kita jadi tidak bisa bicara kan, mengkritik yang memberi kita beasiswa,” kata Mia. (yl)