Connect with us

Nasional

Permainkan Harga, Lima Importir Bawang Putih Ini Masuk Blacklist

Published

on

Selundupan bawang putih. (kumparan.com)

Geosiar.com, Jakarta – Sekitar 5 nama importir bawang putih telah dimasukkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman ke dalam daftar hitam karena sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyelundupan bawang putih impor. Adapun kelima nama importir tersebut adalah PT PTI, PT TSR, PT CGM, PT FMT, dan PT ASJ.

“Perusahaan importir nakal yang pemiliknya telah ditetapkan menjadi tersangka oleh polisi langsung kami blacklist,” kata Amran ketika ditemui setelah memimpin upacara Hari Lahir Pancasila di Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat, (1/5/2018).

Lima importir tersebut masuk dalam daftar hitam karena beberapa alasan, mulai dari perusahaan yang bermasalah dengan hukum, impor tidak sesuai dengan kegunaannya, memanipulasi wajib tanam, dan juga turut memainkan harga yang menimbulkan disparitas sebesar 500% hingga 1000%.

Amran juga menyatakan, pihaknya tidak akan mengurus lagi rekomendasi impor produk hortikultura yang ada di dalam daftar hitam tersebut.

“Kami sudah memerintahkan semua lini kementerian untuk memetakan agroklimat dan agroekosistem wilayah pada semua provinsi yang layak untuk pengembangan bawang putih. Kami sudah mengatakan bahwa semua importir wajib membudidayakan bawang putih seluass 5% dari kuota impor yang diperoleh. Hal ini sudah berjalan, tapi masih saja ada yang mau cari jalan pintas raup keuntungan,” tegas Amran.

Lima nama importir hitam tersebut, kata Amran, memiliki jatah total impor sekitar 20% sampai 30%.  Kementerian Pertanian juga menambahkan, hingga saat ini sudah ada sebanyak 26 perusahaan yang telah mendapatkan izin impor pada tahun 2018. (yl)