Connect with us

Nasional

KPK Sebut Sekarung e-KTP yang Tercecer di Bogor Bukan Alat Bukti

Published

on

E-KTP yang tercecer di Bogor

Geosiar.com, Jakarta – KPK menyatakan satu karung e-KTP yang ditemukan tercecer oleh Polres Bogor bukanlah termasuk dalam daftar alat bukti yang digunakan KPK dalam kasus korupsi e-KTP yang tengah berjalan.

“Itu bukan alat bukti KPK dalam perkara yang sedang berjalan. Saya sudah cek ke penyidik,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (28/5/2018).

Pernyataan Febri ini membantah apa yang disampaikan sebelumnya oleh Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh. Zudan pada Minggu (27/5/2018) mengatakan bahwa seluruh blangko dan alat rekam e-KTP itu sebagai bukti milik KPK.

Febri lalu mengatakan seluruh alat bukti yang diperlukan KPK semisal untuk kepentingan penuntutan, statusnya kini sudah disita. “Sejauh ini seluruh barang bukti yang dibutuhkan sudah disita dan sudah diajukan ke persidangan untuk kasus yang sudah di pengadilan,” ucap Febri.

Tak hanya barang bukti yang disita dalam proses penuntutan, Febri melanjutkan adapula barang bukti yang statusnya masih dalam proses penyidikan, mengingat kebutuhannya sebagai alat bukti perkara.

“Dalam penguasaan penyidik jika dalam proses penyidikan,” ujarnya.

Awalnya,Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh menegaskan sekarung e-KTP yang jatuh tercecer di Kemang, Kabupaten Bogor merupakan e-KTP yang sudah rusak. Zudan juga menyebutkan, e-KTP yang sudah rusak tersebut tidak akan dimusnahkan dalam waktu dekat.

Karena menurut Zudan, e-KTP tersebut bersama alat rekam dan blanko rusak masih menjadi barang bukti di KPK.

“Semua barang terkait KTP elektronik seperti alat rekam yang rusak, blanko rusak, masih kita rawat baik-baik karena masih ada masalah di KPK. Belum dimusnahkan, takut nanti dianggap menghilangkan barang bukti,” kata Zudan. (yl)