Connect with us

Sastra

Goresan Pena

Published

on

AKASIA

Akasi dari lambang tersembunyi
Bunga tropis tak bersalju
Caci dan maki pada waktu
Dalam dekap doa sang rindu
Elegi nada pengagum aksara
Fajar menanti akan senja
Gamma hilang dalam cahaya
Habiskan gelapku dalam terang
Interval dari gugusan bintang
Jemari tak memeluk erat
Kata angin tak lagi tersurat
Lentera malampun tak lagi kuat
Menanti mentari di negeri barat
Nestapa menjadi rahasia
Oleh waktu yang menepis duka
Penaku adalah teman istimewa
Senandung usang yang hilang
Teman tuk sebuah bayangan
Ungkapan rasa sebuah bintang
Virgo sang gadis impian
Windu yang berganti abad
Xilem yang hilang dalam sajak
Yang terindah juga terlupa
Zaman menghapus yang pernah ada

LUKAKU

Saat hatimu terganti dengan bisu
Pelangi enggan bicara pada ku
Rembulan seakan diam seribu bahasa
Rembulan belum juga bisa terganti
Sungai yang mengalir mengenang diam yang hadir
Mengenang pesan yang hadir
Saat suara melengking menusuk matahari
Hati yang telah tergores tumpukan perih
Hati yang tersayat sembilu
Menatap rembulan seakan menutup diri
Saat kicauan burung terdiam dari angkasa biru
Saat hati dan jiwa terdiam
Saat tumpukan masalah hadir menghampiri
Saat tumpukan asa menjelma air mata
Mendung berbagi indah pada hati kecilku
Menyapa dan menitipkan sepercik pesan
Ku relakan semua nya hilang
Kurelakan sakitnya lebur dalam impian malam ku