Connect with us

Daerah

Polri Sebut Penyerangan Ahmadiyah di NTB Kejadian Spontan

Published

on

Warga Ahmadiyah di NTB diusir (Foto: Dok. Istimewa)

Geosiar.com, Lombok Timur – Beberapa warga Ahmadiyah di Lombok Timur, NTB terpaksa mengungsi ke kantor polisi, usai sekelompok massa menyerang dan merusak rumah mereka.

Karo Penmas Div Humas Polri Brigjen Pol M Iqbal mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga penyerangan bersifat spontan tanpa perencanaan.

“Memang sudut pandangnya beda. Polri dalam hal ini melihat, kejadian ini spontan. Tidak ada motif, maka dari itu Polri ingin bahwa kita kedepankan upaya-upaya persuasif,” kata Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (23/5/2018).

Walaupun demikian, Iqbal tidak menutup kemungkinan temuan sementera polisi bisa berubah. Motif penyerangan hingga kini masih terus dicari tahu.

“Tapi tidak menutup kemungkinan seperti yang saya sampaikan keterangan-keterangan bisa berubah menjadi pemeriksaan di berkas. Sudah lima sampai tujuh (orang) yang kami ambil keterangan terkait dengan hal ini,” jelasnya.

Saat ini, dikatakan Iqbal, polisi telah mengizinkan para warga Ahmadiyah korban penyerangan kembali ke rumahnya masing-masing. Meski begitu, para korban masih dibawah pengawasan Polda NTB.

Penyerangan Ahmadiyah di NTB terjadi pada Minggu (20/5/2018). Sebanyak lima rumah warga dirusak, dan puluhan orang terpaksa mengungsi ke kantor polisi setempat untuk mendapat perlindungan hukum. (yl)