Connect with us

Sumut

Warga Protes Bangunan Tak Punya Izin di Sidorame

Published

on

Bangunan tanpa izin disoal

Medan, Geosiar.com – Bangunan yang tak memiliki Izin Mendirikan Bangunan ( IMB) di Jalan Ngalengko, Kel.Sidorame Barat II,Kec.Medan Perjuangan disoal oleh warga.

Rivai Situmorang, salah seorang warga merasa keberatan karena bangunan tersebut telah membuat rumahnya gelap.

“Ini rumah orangtua saya karena ada bangunan rumah disebelah yang sedang dibangun kamarnya menjadi gelap dan tembok rumah saya malah ikut pula dijadikan satu dengan dinding rumahnya,” katanya yang saat itu mengadu ke anggota DPRD Kota Medan yang juga anggota Komisi D DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, Senin (21/5/ 2018).

Kata,Rivai yang juga Lurah Perintis bangunan rumah itu milik Andre Wijaya karena tak memiliki izin bangunan itu sudah direkomendasikan stop oleh Satpol PP Kota Medan dengan surat tertanggal 8 Mei No 640/2837. Tapi pembangunan tetap dilanjutkan.

” Karena tetap tak juga mengindahkan surat yang dikeluarkan Satpol PP, makanya kita adukan ke DPRD Medan agar ada tindakan tegas,” ucapnya.

Kasie Trantib Sidorame barat, Zulfikar yang hadir saat itu membenarkan bangunan tersebut tak punya dan sudah berungkali menyurati pemilik bangunan.

Dalam tinjauan lapangan itu, pihaknya langsung memanggil Andre Wijaya selaku pemilik bangunan.

Perdebatan sempat terjadi karena dikatakan Andre dirinya hanya melakukan renovasi bangunan dan tetap menyatakan telah meminta izin kepada pemilik rumah disebelah selaku tetangga.

Bahkan, Andre tak menampik bahwa bangunan yang didirikabnya tak memiliki izin.

“Izin lagi saya urus seluruhnya dan saya sudah minta izin kepada tetangga sekitar” ucapnya.

Tapi ini ditampik, Rivai bahwa dirinya tak pernah ditemui karena rumah tersebut selain milik orangtua juga telah diserahkan untuk dirawat.

Bahkan, pemilik bangunan kata Rivai selalu mengarahkan kepada Kepala Lingkungan setempat bila mempertanyakan bangunan tersebut.

Tak ingin timbul perdebatan panjang akhirnya Paul Mei Anton Simanjuntak membawa keduanya ke Kantor Lurah Sidorame Barat II yang tak jauh dari lokasi.

Dalam pertemuan itu, Paul berharap agar pembangunan segera dihentikan sampai keluarnya izin, serta memenuhi keinginan dari Riva selaku tetangga.

“Jadi potong bangunan bapak karena jendela rumah sudah tertutup.Dan kami juga berharap agar pembangunan dihentikan sampai izin keluar, “kata politisi PDI Perjuangan itu. (lamru)