Connect with us

Travel

Pancuran Aek Sipitu Dai,Wisata Unik di Sianjur Mula-mula

Published

on

Kawasan Objek Wisata Pancur Aek Sipitu Dai (air tujuh rasa)/ dok.Queen K.H Samosir

Geosiar.com, Sianjur Mula-mula – Pancuran Aek Sipitu Dai merupakan salah satu objek wisata yang berada di desa Aek Sipitu Dai, Kecamatan Sianjur Mula-mula Kabupaten Samosir. Daya tarik utama objek wisata ini adalah setiap pancuran memiliki rasa yang berbeda-beda.

Tujuh pancuran itu mempunyai nama masing-masing dan khasiat berbeda sesuai dengan penamaannya. Misalnya Aek Poso khusus tempat ibu memandikan anak-anak yang belum punya gigi, Paridian Sibaso adalah tempat membantu persalinan, Paridian Pangulu tempat pemandian kaum lelaki yang berusia lanjut, Paridian Doli-doli merupakan pemandian lelaki muda yang merupakan keturunan Guru Tetea Bulan, Paridian Hela dipakai kaum laki-laki (menantu) yang memperistri wanita keturunan Guru Tetea Bulan.

Bagi suku Batak, Aek Sipitu Dai merupakan situs sejarah peradaban dan perkembangan suku Batak Toba, legenda ini mungkin benar adanya terlihat dari peninggalan sejarah yang ada di lokasi Aek Sipitu Dai.

Sebagian masyarakat Batak Toba mempercayai bahwa air yang keluar dari mata air ini dapat menyembuhkan penyakit.

Keanehan air dari Aek SiPitu Dai atau mata air 7 rasa ini adalah dimana dari ke tujuh air pancuran masing-masing mempunyai rasa yang berbeda satu sama lain, padahal airnya keluar dari satu Labuan (bak panjang) atau satu aliran.

Aek Sipitu Dai ramai dikunjungi saat liburan hari Besar, dan sudah dilengkapi fasilitas memadai. Memasuki kawasan wisata ini, anda akan dipandu oleh seorang Penjaga Aek Sipitu Dai yang berasal dari Dinas Pariwisata Samosir. Di tempat ini kita harus berperilaku sopan dan tidak diperbolehkan sembarang masuk ke tempat pancuran Aek Sipitu Dai.

Jika anda penasaran dengan ke tujuh rasa pancuran ini segera berkunjung ke Objek Wisata Aek Sipitu Dai di Kabupaten Samosir. (qkhs)