Connect with us

Sumut

Awas…! “Hulahula” Palsu di Pesta Adat Batak

Published

on

Medan, Geosiar.com – Pekan lalu, Kamis (17/5/2018) sekitar pukul 18.00 wib, pemilik akun facebook Irvan Nainggolan memposting tayangan vidio langsung, 2 orang ibu ibu berperan diduga sebagai “hula hula” palsu terciduk saat acara pesta adat batak di sebuah wisma di kota Medan.

Tentu saja tayangan itu dibanjiri pengunjung netizen, pingin tahu seperti apa “hula hula” palsu itu. Ribuan kali vidio ditayangkan, dibagikan dan banyak yang komentar serta bertanya kejadian apa sebenarnya. Bahkan ada yang menyebut kejadian seperti itu sering terjadi disetiap pesta yang ada di kota Medan.

Dalam tayangan vidio berdurasi 10 menit itu tampak 2 orang ibu ibu sedang diinterogasi. Terlihat, pihak keluarga mempertanyakan kehadiran dan peran mereka datang ke pesta yang diselenggarakan disalah satu wisma itu. Dimana, ke dua ibu ibu tadi diduga berperan sebagai hulahula palsu disebuah acara pesta.

Untuk mengetahui kebenaran adanya peran hulahula palsu setiap acara pesta adat batak, wartawan Geosiar.com melakukan penelusuran. Hasilnya, hampir disetiap pesta adat batak, ada oknum yang menyusup ikut rombongan “hulahula” saat “manortor” demi mendapatkan sejumlah uang “olop-olop” (saweran) dari pihak yang pesta (pamoruon).

Sumber wartawan menyebutkan, menceritakan, ada beberapa oknum dan membentuk semacam sindikat atau komplotan berdomisili di pinggiran kota Medan arah Tanjung Morawa. Komplotan sudah berlangaung lama dan selalu rutin menghadiri setiap ada pesta perkawinan di wisma maupun pesta meninggal dunia acara “saur matua”.

Dengan layaknya orang pergi ke pesta pakaian kebaya, bawa tas berisi tandok (sumpit) kosong terlipat dan ulos seharga 15 rb. Komplotan tadipun ikut berbaur makan bersama ditengah ramainya acara pesta. Tiba acara giliran pihak hulahula yang sebenarnya memberikan petuah selanjutnya manortor, “hulahula” palsu tadi pun ikut menyusup dalam barisan. Tentu saja saat pihak yang pesta memberikan penghormatan dengan saweran uang olopolop ketika manortor maka hulahula palsu tadi pun ikut kebagian. Jumlah saweran yang didapat cukup lumayan, apalagi pihak yang pesta orang kaya.

Masih menurut sumber Geosiar.com, Ternyata, target komplotan tadi bukan hanya sekedar sumber dari olopolop. Parahnya, komplotan tadi juga diduga mengincar barang berharga seperti tas, Hanphon dan lainnya. Maka tidak heran disebuah pesta kerap kehilangan barang berharga.

“Kemana saja komplotan hulahula palsu tadi selalu menghadiri pesta. Apalai yang pesta orang kaya. Di wisma, acara saur matua bahkan diluar kota mereka tak pernah ketinggalan,” terang sumber tadi. (lamru)