Connect with us

Sumut

Uskup Agung Anicetus Sinaga: Kristen Sejati Harus Mampu Mengampuni

Published

on

Uskup Agung Medan Mgr Anicetus Bongsu Antonius Sinaga OFM Cap didampingi Ketua Komisi Kerawam RP Yosafat Ivo Sinaga OFM Cap membacakan Surat Gembala sebagai bentuk imbauan gereja Katolik Keuskupan Agung Medan dalam menyikapi peristiwa pengebomann 3 gereja di Surabaya pada pertemuan yang digagas Komisi Kerawam dan Komisi HAK KAM, Selasa (15/5/2018) di Gedung Catholic Center Jalan Mataram No.21, Petisah Hulu, Medan Baru

Geosiar.com, Medan – Uskup Agung Medan menerbitkan Surat Gembala sebagai bentuk imbauan gereja Katolik Keuskupan Agung Medan (KAM) menyikapi peristiwa pemboman 3 gereja di Surabaya. Surat Gembala itu dibacakan oleh Uskup Agung Medan Mgr Anicetus Bongsu Antonius Sinaga OFM Cap didampingi Ketua Komisi Kerawam RP Yosafat Ivo Sinaga OFM Cap pada pertemuan yang digagas Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) dan Komisi Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAK) KAM, Selasa (15/5/2018) di Gedung Katolik Center Jalan Mataram No.21, Petisah Hulu, Medan Baru.

Dalam pembacaan awal surat itu, Uskup Agung menyampaikan kesedihan dan kegundahannya  mengetahui informasi yang dialami umat di tiga gereja itu.

“Hatiku luluh dan tidak tahu bagaimana membagi kepedihan saat mendengar peristiwa itu ketika sedang berada di Berastagi, Tanah Karo. Saya langsung mengumpulkan informasi dan melakukan refleksi dan mendoakannya,” ucap Uskup Agung dengan nada suara bergetar.

Lebih lanjut, beliau juga mengingat peristiwa penyerangan yang terjadi di gereja Katolik Santo Yosef tanggal 28 Agustus 2016 silam di Medan,  dan juga kebesaran jiwa pengampunan dari Pastor Edmund Prier kepada pelaku yang menebas dirinya di Gereja Santa Lidwina Yogyakarta 11 Februari 2018 lalu. Maka  dari itu, Uskup Agung Medan terus mengimbau umat Katolik di Keuskupan Agung Medan dan semua umat beragama di Indonesia untuk tabah dan tawakal menghadapi cobaan yang sedang terjadi.

Uskup Agung juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta memanjatkan doa semoga Tuhan memberikan istirahat kekal kepada para korban, tidak terkecuali para pelaku.

“Ketika meneladani etos Kristen sejati, diharapkan umat dengan ikhlas mengampuni kesalahan orang yang menjadi sebab dari malapetaka yang terjadi,” ucapnya.

Selanjutnya disebutkan, pengampunan itu tidak meniadakan kewajiban pemerintah dan semua umat untuk memberlakukan hukum keadilan dan jaminan keamanan bagi segenap warga.

“Dalam hal ini kita berharap agar DPR RI dan Presiden memberlakukan undang-undang yang lebih adil mengenai penanggulangan terorisme demi menjamin keamanan seluruh warga Indonesia,” lanjut Uskup Agung.

Pada pertemuan itu turut hadir juga para Vikep, Pastor Paroki, biarawan, biarawati, pengurus Paroki, Ormas Katolik, dan Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Demokrat Drs. Hendrik Halomoan Sitompul, MM.

Dalam wawancara terpisah, Hendrik juga turut mengajak umat Katolik untuk tetap memperkuat komitmen kebangsaan. Hal itu diyakini guna mewujudkan solidaritas tanpa sekat dan tidak terpecah belah oleh politik identitas serta ujaran kebencian.

“Mari kita bersatu melawan segala bentuk aksi teror. Semangat persatuan dan kebhinekaan adalah keniscayaan yang harus terus-menerus kita jaga, rawat dan dipertahankan sebagai sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat,” tegas Hendrik Sitompul yang juga merupakan Ketua Umum Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Sumut itu. (yl)