Connect with us

Nasional

Keuskupan Agung Serukan Persaudaraan Sejati, Bertekad Bawa Kedamaian

Published

on

Uskup Agung Medan Mgr Anicetus Bongsu Antonius Sinaga, O.F.M Cap

Medan, Geosiar.com – Keuskupan Agung Medan Mgr Anicetus Bongsu Antonius Sinaga, O.F.M Cap menilai tindakan aksi ledakan bom bunuh diri di beberapa gereja Surabaya, Minggu (13/5/2018) lalu merupakan tindakan oknum yang ingin meruntuhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Untuk itu, Uskup Agung menyarakan agar aparat terkait segera membentuk sistem keamanan lokal yang sinkron mengantisipasi sejak dini. Pihak kepolisian dituntut dapat menjamin dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Seruan itu disampaikan Uskup Agung Medan Mgr Anicetus Bongsu Antonius Sinaga, O.F.M Cap dalam acara ramah tamah yang digelar Keuskupan Agung Medan melalui Komis Kerasulan Awam (Kerawam) dan Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAK KAM) di gedung Catholic Center Medan, Selasa (15/5/2018). Hadir dalam acara tersebut para vikep, Pastor Paroki, biarawan-biarawati, ormas Katolik, ISKA, TNI, Polri dan elit politik.

Ditambahkan Uskup Agung, kepada umat khatolik diharapkan dapat membangun kebersamaan. Sama halnya dengan peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) agar dimaksimalkan.

Dalam pertemuan itu berhasil menyepakati sikap bersama yakni Keuskupan Agung Medan bersama pastor, suster, tokoh politik dan ormas mengaku prihatin dan turut mendoakan dan belangsungkawa terhadap korban bom di Surabaya. Sangat menyesalkan tindakan dan perbuatan para teroris yang telah merobek dan merusak nilai keagamaan dan kemanusiaan.

Selanjutnya, meminta aparat kepolisian untuk mengusut secara tuntas peristiwa bom sampai akar akarnya. Menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing membalas tindakan anarkis. Pihak Katolik agar menjaga kesatuan dan perdamaian selanjutnya mempercayakan pihak Polisi untuk mengusut secara profesional.

Pihak Polisi diminta dapat memberdayakan cyber crime untuk menindak dan memberangus akun media sosial yang berisi ujaran kebencian, hoax dan kotbah yang bernada hasutan. Meminta agar pemerintah hingga tingkat bawah memaksimalkan peran RT/RW maupun Kepala Lingkungan (Kepling) untuk mengontrol masyarakat.

Dalam pertemuan itu turut hadir juga Drs. Hendrik Halomoan Sitompul, MM selaku anggota DPRD Medan Fraksi Partai Demokrat dan Ketua Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Sumut. (yeni/lamru)

  • Para peserrta pertemuan mengumandangkan lagu nasional pada pembukaan pertemuan.

  • Sr. Gerrad dari KSSY saat memberi pertanyaan kepada bapak Makmur Damanik.

  • Suasanan ramah tamah Menyikapi Ancaman Keamanan Saat ini di Gedung Catholic Center Medan.

  • Makmur Damanik saat memberi keterangan kepada peserta pertemuan.