Connect with us

Nasional

DPR: Serangan Teroris ke Kantor Polisi Adalah Bentuk Balas Dendam

Published

on

Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani. (liputan6.com)

Geosiar.com, Depok – Kelompok teroris kembali menyerang kantor polisi, kali ini terjadi di Mapolda Riau. Kelompok tersebut dinilai semakin berani menyerang. Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani mengatakan indikasi awal bisa terlihat dari kerusuhan di Rutan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat.

Indikasi berikutnya, menurut dia, terlihat dari serangan Polrestabes Surabaya dan Mapolda Riau.

“Ini mengindikasikan bahwa motif mereka adalah balas dendam atas penindakan-penindakan yang dilakukan Polri terhadap mereka,” kata Arsul kepada melalui sambungan telepon, Rabu, (16/5/2018).

Asrul menyampaikan bukan tidak mungkin serangan kembali terjadi di kantor kepolisian. Arsul juga meminta masyarakat tidak mendatangi kantor polisi jika tidak mempunyai kepentingan mendesak.

Dia berharap Polri bisa semakin tegas dan sensitif dalam membaca pergerakan terduga teroris di lapangan.

“Saat ini polisi pilihannya ya harus mengintensifkan penindakan terhadap mereka yang diduga sebagai anggota kelompok-kelompok teroris. Apalagi nanti setelah RUU Terorisme baru disahkan. Maka Polri memiliki landasan hukum yang lebih luas untuk bertindak,” ungkap Arsul.

Aksi teror pecah di sejumlah titik sejak pekan lalu. Insiden ini diawali dengan perlawanan narapidana terorisme di Rumah Tahanan Cabang Salemba, Mako Brimob, Depok, Rabu, (9/5/2018). Peristiwa ini menggugurkan lima polisi dan satu narapidana teroris.

Pada Minggu, (13/5/2018) publik dikagetkan dengan serangan teror di Surabaya. Tiga gereja dibom satu keluarga terduga teroris. Belasan orang tewas dan puluhan luka-luka dalam peristiwa ini. Pada malam hari, ledakan juga pecah di dua titik di Sidoarjo, Jawa Timur.

Tak berhenti di situ, Senin, (14/5/2018), sebuah bom meledak di depan Mapolrestabes Surabaya. Pelaku meledakkan diri saat polisi memberhentikan kendaraan mereka.

Yang terbaru, serangan di Mapolda Riau pada Rabu, (16/5/2018) sekitar pukul 09.00 WIB. Diketahui serangan tersebut menewaskan satu anggota kepolisian dan empat terduga teroris.(yl)