Connect with us

Sumut

Anggota DPRD Medan Cetuskan Program Uang Transportasi Kepada Pengurus Gereja Katolik

Published

on

Anggota DPRD Medan Fraksi Demokrat Drs. Hendrik Halomoan Sitompul, MM menyampaikan perhatian dan dukungannya terhadap gereja-gereja Katolik yang ada di kota Medan di Paroki Santo Fransiskus Assisi, Jalan Bunga Ester No. 93 B, Padang Bulan, Medan Selayang, Selasa (15/5/2018). (Foto: Hotmar Sipangkar)

Geosiar.com, Medan – Anggota DPRD Medan Fraksi Demokrat Drs. Hendrik Halomoan Sitompul, MM menyampaikan perhatian dan dukungannya terhadap gereja-gereja Katolik yang ada di kota Medan. Dia menilai  wakil rakyat harus bisa memperjuangkan segala kebutuhan dan keluhan rakyat, termasuk umat yang dengan rela melayani di gereja Katolik.

Hal ini disampaikan Ketua Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Sumut itu dalam acara Sosialisai Program Pemerintah Kota Medan yang digelar di Paroki Santo Fransiskus Assisi, Jalan Bunga Ester No. 93 B, Padang Bulan, Medan Selayang, Selasa (15/5/2018).

Turut juga hadir Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung, SE, SH, MH dan anggota DPRD Medan Fraksi Nasdem Maruli Tua, SE,.

“Kami hadir di sini untuk menyatakan untuk dukungan bagi gereja Katolik. Kalau secara politik kami tidak diperbolehkan untuk duduk berdampingan begini. Semua ini kami lakukan supaya gereja Katolik benar-benar mendapat perhatian dari pemerintah Kota Medan,” ucap Hendrik Sitompul pada saat pembukaan acara Sosialisai Program Pemerintah Kota Medan.

Hendrik menilai perlunya bantuan kepada pengurus gereja Katolik yang sudah dengan tulus hati memberi pelayanannya. Karena selama ini, menurut Hendrik, bantuan pemerintah kurang memadai. Hal ini disebabkan karena pemerintah membagi dua bantuan dengan umat Protestan, sedangkan paroki yang berada di bawah naungan Keuskupan Agung Medan (KAM) berjumlah 11.

“Kami melihat bantuan yang selama ini diberikan ke gereja selalu terbagi dua dengan umat Protestan. Nilainya sangat sedikit, padahal ada sebanyak 11 paroki yang terdapat di Keuskupan Agung Medan dan memiliki puluhan ribu umat,” tegas Hendrik Sitompul.

“Pada 2017 program lomba Mazmur sudah berhasil dilakukan oleh umat Katolik. Ini kali pertama program ini dipisahkan dari gereja-gereja Protestan. Dimana program ini diketuai oleh bapak Barus yang berasal dari Paroki St. Fransiskus Assisi Padang bulan, dan ini akan diadakan setiap tahun,” sambung Hendrik Sitompul.

Lebih lanjut, Maruli Tua menyampaikan program bedah rumah dan BPJS kepada umat yang hadir. Dia berharap agar bantuan ini benar-benar dirasakan oleh orang-orang yang memang membutuhkan.

“Selain program itu kami juga sosialisasikan program pemerintah yang sudah ada, yaitu bedah rumah dan BPJS. Kami mohon pada program bedah rumah ini supaya petugas gereja setiap stasi dapat mendata secara merata, agar tidak ada umat kita yang tidak tersentuh program ini. Program ini harus sampai kepada orang yang benar-benar membutuhkan,” tutur Maruli Tua.

Salah satu umat yang hadir, bapak Perangin-angin, berterimakasih dan bersyukur atas program-program yang akan diberikan. Dia berpendapat bahwa bantuan yang disampaikan sangatlah dibutuhkan oleh umat.

“Kami sangat berterimakasih dan bersyukur kepada Wakil kami yang ada di DPRD Medan, yang masih peduli dan mau memperjuangkan hak-hak kami. Selama ini kami tidak merasakan bantuan dari pemerintah untuk gereja. Kami harus membuat proposal setiap adanya kegiatan ataupun untuk pembangunan gereja, tetapi nilai yang kami dapat sangatlah minim,” kata bapak Perangin-angin.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung, menyarankan agar umat segera membuat proposal agar mempermudah penyusunan anggaran. Dia juga berharap renovasi setiap gereja atau stasi dapat dilakukan setiap tahun.

“Silahkan dibuat proposal untuk kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan oleh umat Katolik, supaya kami bisa memperjuangkan pada saat penyusunan anggaran atau Rapat Paripurna. Dan target kami sebenarnya adalah setiap tahun diadakan renovasi di setiap gereja atau stasi dibawah naungan Keuskupan Agung Medan,” ucap Henry Jhon Hutagalung.

Menutup acara sosialisasi, Hendrik Sitompul juga menekankan kesediaan mereka untuk membantu umat Katolik dalam mengurus kartu BPJS.

“Kami berharap tidak ada lagi umat Katolik yang tidak memiliki kartu BPJS, karena ini sangat membantu dan meringankan beban bapak/ibu sekalian. Apabila terdapat kesulitan pada saat pengurusan BPJS, kami siap membantu,” tutup Hendrik Sitompul yang juga merupakan Alumni Lemhannas itu. (yl)