Connect with us

Nasional

Jokowi: Dibanding Negara Lain, Rupiah Lebih Baik

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Jakarta – Faktor ekonomi global, terutama kebijakan normalisasi moneter Amerika Serikat dinilai menjadi pemicu pelemahan kurs rupiah. Hal ini menyebabkan nilai tukar rupiah terus melemah sejak beberapa waktu terakhir.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar selalu waspada terhadap segala risiko ekonomi. Jokowi menilai kebijakan normalisasi moneter di AS telah banyak mengakibatkan depresiasi mata uang negara-negara di dunia tidak terkecuali di Indonesia.

“Tapi dibandingkan negara-negara lain kita jauh lebih baik. Faktor eksternal seperti harga minyak, potensi perang dagang Amerika-Tiongkok, serta kondisi geopolitik internasional juga terus harus kita waspadai,” kata Jokowi dalam rapat terbatas pembahasan ekonomi makro dan kebijakan fiskal 2019 di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Dilansir dari data perdagangan Reuters, Selasa (15/5/2018), dolar AS dibuka di Rp 13.965. Dolar AS kemudian terus naik dan mencapai posisi tertingginya pagi ini di Rp 14.017. Sedangkan berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) kurs rupiah Rp 14,020 per dolar AS.

Jokowi meminta supaya jajaran kabinetnya, terutama yang berkaitan dengan ekonomi menyiapkan mitigasi ketidakpastian global serta melalkukan antisipasi pergerakan menuju keseimbangan baru perekonomian global.

Di sampimh itu, Jokowi juga minta agar tetap fokus menjaga stabilitas keamanan sehingga pemerintah bisa bekerja untuk mensejahterakan rakyat. Serta menurunkan kemiskinan dan terus menciptakan lapangan pekerjaan.

“Saya minta momentum pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal pertama 2018 ini yang mencapai angka 5,06% terus lebih kita tingkatkan lagi menjaga daya beli, meningkatkan investasi dan meningkatkan daya saing ekspor kita,” kata Jokowi.

Mengenai ekspor, Jokowi menegaskan berbagai hambatan ekspor baik di perizinan, perbankan, pembiayaan, termasuk pajak dan kepabeanan harus segera dihilangkan. Termasuk bukan hanya dari pemerintah pusat termasuk dari pemerintah daerah.

“Kita jangan ragu untuk mendesain insentif-insentif yang tepat, segera lakukan sekarang dan kita harapkan manfaatnya akan segera kelihatan,” tegasnya. (yl)