Connect with us

Nasional

Jokowi: Jika Juni DPR Tak Sahkan RUU Terorisme, Saya Keluarkan Perppu

Published

on

Presiden memberikan keterangan pers usai meninjau lokasi pengeboman di Surabaya. (Biro Pers Setpres)

Geosiar.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan agar DPR segera merampungkan revisi UU Tindak Pidana Terorisme pada Juni 2018 nanti.

Jika belum kelar, Jokowi mengancam akan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu).

“Kementerian dan DPR terkait yang berhubungan dengan revisi UU Tindak Pidana Terorisme, yang juga kita ajukan pada bulan Februari 2016 yang lalu, sudah dua tahun untuk segera diselesaikan secepat-cepatnya, Juni yang akan datang karena ini merupakan payung hukum yang penting bagi aparat Polri untuk bisa menindak tegas dalam pencegahan maupun dalam tindakan,” kata Jokowi di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (14/5/2018).

“Bila nantinya bulan Juni, akhir masa sidang ini belum segera diselesaikan, saya akan keluarkan perppu,” tegas Jokowi.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian mengatakan revisi UU Terorisme memang mendesak, terlebih Surabaya akhir-akhir ini diserang bom.

Di samping itu, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan tak ada niat DPR mengulur revisi UU Terorisme. Menurutnya, bola panas ada di pemerintah saat ini.

“Mengenai RUU Terorisme, DPR sebenarnya 99 persen sudah siap ketuk palu sebelum reses masa sidang yang lalu. Namun pihak pemerintah minta tunda karena belum adanya kesepakatan soal definisi terorisme. Begitu definisi terorisme terkait motif dan tujuan disepakati, RUU tersebut bisa dituntaskan,” jelas Bambang. (yl)