Connect with us

Sumut

Gelar Sosialisasi, Hendrik Sitompul dan Henry Jhon Hutagalung Tampung Keluhan Umat Katolik

Published

on

Drs. Hendrik Halomoan Sitompul, MM dan Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung menggelar sosialisasi yang dilaksanakan di Gereja St. Yohanes Penginjil, Jl. Mestika No. 24 Bantan, Mendan Tembung, Minggu, (13/5/2018)

Geosiar.com, Medan – Anggota DPRD Medan Fraksi Demokrat Drs. Hendrik Halomoan Sitompul, MM dan Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung menggelar sosialisasi di Gereja St. Yohanes Penginjil yang bertempat di jalan Mestika No. 24 Bantan, Medan Tembung, Minggu, (13/5/2018).

Hendrik Sitompul menyampaikan bahwa program Pemerintah Kota Medan kepada umat Katolik di antaranya berupa bedah rumah dan penghargaan berupa uang saku terhadap pengurus gereja Katolik.

“Program ini bentuknya berupa uang penghargaan bagi petugas-petugas yang melayani di gereja Katolik. Sekitar 800 orang petugas gereja Katolik Keuskupan Agung Medan yang akan menererima program pemerintah ini. Medan merupakan satu-satunya kota yang menjalankan program pemerintah bagi umat Katolik,”  jelas Hendrik Sitompul.

Lebih lanjut, Ketua Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Sumut itu juga menilai bahwa bantuan pemerintah  selama ini tidak merata, mengingat jumlah umat Katolik yang terdata di Keuskupan Agung Medan (KAM) capai puluhan ribu. Hal ini menjadi catatan penting bagi  legislatif yang duduk di kota Medan.

“Ini merupakan perjuangan panjang bagi kami yang duduk di legislatif untuk umat Katolik. Kami melihat selama ini segala bantuan yang disalurkan kepada gereja-gereja selalu di gabungkan dengan yang Protestan. Ini berakibat bagi Katolik yang memiliki puluhan ribu umat yang terdata di Keuskupan Agung Medan tidak merasakan secara merata program-program pemerintah tersebut, karena dananya yang sedikit dan harus dibagi dua dengan umat Protestan,” ucap Hendrik.

Untuk mengikuti program tersebut umat harus memenuhi beberapa syarat yang diberikan oleh pemerintahan kota Medan. Salah satunya harus berdomisili dan memiliki KTP wilayah pemerintah kota Medan.

Di samping itu, permintaan bantuan juga datang dari salah satu umat Katolik  St. Yohanes Penginjil,  Bapak Sitanggang, yang menyarankan  agar  jalan Mestika yang merupakan satu-satunya akses menuju gereja supaya segera diperbaiki.

“Jalan ini sangat tidak nyaman dilewati oleh masyarakat sekitaran jalan Mestika utamanya umat Katolik yang akan melakukan ibadah. Apalagi pada saat hujan deras, disini air akan tergenang seperti kolam dan beberapa rumah warga juga akan ikut terendam,” cerita Pak Sitanggang.

Keluhan lain juga disampaikan oleh salah seorang guru honorer agama Katolik. Dia merasa selama ini kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah.

“Tahun ini saya akan pensiun dan ada guru honorer yang akan menggantikan saya. Tetapi kepala sekolah mengatakan dana bos untuk honor guru tersebut tidak tersedia lagi. Kalaupun ada, guru pengganti itu akan saya bayar sendiri,” katanya.

Menurut laporan,  ada beberapa sekolah yang tidak memiliki guru agama Katolik seperti SMP Negeri 6 , SMP negeri 4 dan SMP Negeri 3 Medan.

Menanggapi hal itu, Henry Jhon berjanji akan berkoordinasi dengan dinas terkait keluhan-keluhan yang disampaikan masyarakat.

“Tapi tidak apa-apa, kami menerima dengan baik masukan dari masyarakat untuk perubahan lebih baik. Saya akan berkordinasi dengan dinas terkait terhadap keluhan ini. Karena ini merupakan tugas dan tanggung jawab kami sebagai wakil rakyat yang duduk di Dewan. Semoga keluhan ini akan segera diperbaiki dan masyarakat mendapat kenyamanan yang sesuai,” ucap Henry.

Hal  yang sama juga dikatakan Hendrik, yang ikut mendukung dan memperjuangkan progam-program umat Katolik untuk kebaikan bersama.

“Kami akan tetap mendukung segala program yang dilakukan oleh umat Katolik. Dengan segala upaya kami akan memperjuangkan supaya program yang sudah dirancang umat Katolik mendapat dukungan dari pemerintahan kota Medan,” ucap Hendrik Sitompul yang juga merupakan Alumni Lemhannas itu.

  • Drs. Hendrik Halomoan Sitompul, MM saat menyampaikan dukungannya terhadap progam umat Katolik.

  • Umat Gereja St. Yohanes Penginjil antusias mengikuti acara sosialisasi.

  • Umat Gereja St. Yohanes Penginjil antusias mengikuti acara sosialisasi.

  • Drs. Hendrik Halomoan Sitompul saat berjabat tangan dengan umat Gereja St. Yohanes Penginjil.