Connect with us

Sastra

Impian Kelabu

Published

on

Ilustrasi (gfycat.com)

Geosiar.com, Sastra – Cerpen (Impian Kelabu)

                      IMPIAN KELABU

Terkubur dalam impian semua yang ingin diraih oleh Nisa. Gadis kecil, yang memiliki talenta luar biasa, mampu mengubah semua pemikiran orang tentang keburukan orangtuanya. Dia memiliki keluarga kecil yang bertempat tinggal di desa kecil yang disebut dengan desa “Soposurung”. Nisa gadis yang memiliki jiwa yang tegar, dalam menjalani seluruh hidup. Dan tantangan yang datang menghadangnya,. Berbagai liku-liku kehidupan yang selalu mengiringi langkah kakinya tidak membuat dia merasa down untuk menghadapi teman-teman, dan orang sekitarnya.

Mungkin dia mampu menguatkan dirinya dengan impian yang hendak dicapainya, dia selalu memiliki kekuatan tersendiri, untuk mewujudkan impiannya. Mungkin dalam sebuah kompetesi yang akan dilangsungkan pada perlombaan Sumpah Pemuda nanti, dia mungkin meraih kejuaraan dan membuat kebanggan kepada semua teman-temanya yang telah meremehkannya selama ini. Mungkin Nisa hanya berandai dalam bayangan mimpi ingin mewujudkan impiannya.

Suatu ketika dia bertemu dengan seorang ibu yang duduk di samping sebuah halte untuk menunggu bus sekolah. Ibu ini bertanya kepada Nisa “Nak, dimana kau sekolah?? Ibu ini melontarkan pertanyaan singkatnya kepada Nisa, dia mungkin merasa bahwa ibu itu lah yang hendak membantu dia dalam menemukan impiannnya kelak.

Tiba-tiba Senja menghampiri tempat mereka berbincang tadi. Ibu ini melihat sosok Nisa yang berdiri lemah di dekat halte, sang ibu mendekatinya hendak mencari tau apa yang menjadi beban hidupnya selama ini. Ibu itu bertanya untuk kedua kalinya,
“Nak,,,,, kenapa lemas sekali??
Ini ibu ada roti, makan dulu biar jangan lemas, nanti kau sakit nak ku..

Nisa menyahut perkataan ibu tadi, “Saya ngak kenapa-kenapa kok bu,, saya hanya ingin seperti mereka” Ibu tadi kebingungan dengan respon Nisa, sang Ibu melanjutkan pertanyaan lagi
“Apa nak ku???

Kau mau jadi apa rupanya?? Ibu aku ingin bisa sekolah seperti mereka, bisa belajar, naik bus sekolah, aku ingin melanjutkan sekolah ku lebih tinggi. Tapi ayah dan ibu tidak sanggup untuk menyekolahkan ku lagi. Jadi aku berhenti sekolah dan aku hanya tamatan SMP ibu, sambil menjatuhkan derai air mata Nisa.

Karena mendengarkan curhatan Nisa, sang ibu pun ngak jadi-jadi naik bis, karena mereka bercerita telah menghiraukan apapun yang terjadi karena hanya tertuju kepada cerita Nisa.
Ibu itu pun mengajak dia untuk tinggal di rumah nya. Kebetulan ibu itu memiliki sebuah sekolah Menengah Kejuruan yang berada tak jauh dari tempat tinggal Nisa. Tiba-tiba Niisa terpaku diam mendengarkan tawaran sang ibu, dia langsung memeluk ibu tadi..

“IBU…. Ternyata mimpi ku itu ngak kelabu, keinginanku untuk melanjutkan sekolah lebih tinggi masih bisa,,” ini semua karena ibu, yang telah memberikan keinginan dan menjadikan impian yang dulu nya kelabu menjadi sebuah kenyataan.”

Bis yang ingin ditumpangi ibu itu tadi berhenti di depan Nisa, dan sang ibu meninggalkan kartu nama kepada Nisa, “Nisa, besok datang kesekolah ea, Hubungi ke no ibu itu, besok kau harus sekolah”. Soal biaya ibu yang akan menanggunya ia nak”…

Selagi, kau memiliki keinginan yang besar untuk mewujudkan impian mu yang lebih tinggi. Negeri ini membutuhkan orang seperti mu…
ngapailah mimpi mu nak, kejar sampai dapat, karena bagaimana pun selama kita mau untuk berusaha aka nada jalan dan rencana Tuhan akan indah pada waktunya.

Sang ibu pergi menumpang bis radi, Nisa langsung duduk di kursi dekat halted an bernyanyi kegirangan karena impian nya yang selama ini menjadi kenyataan bukan menjadi kelabu lagi.

Sesampainya di rumah dia menceritakan semuanya kepada orangtuanya. Orangtua nya menangis tersedu-sedu karena tak menyangka anaknya yang memiliki prestasi lumayan tersebut sanggup untuk melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi.
Sekian..